Hujan tidak pernah begitu ku benci, hingga suatu hari dia begitu saja pergi.
Bukan ingin mengeluh, tapi meskipun tak berpeluh, aku rasanya sudah sangat rapuh.
Cinta itu ibarat hujan. Ada yang datang seperti gerimis. Ada yang hanya lebat sebentar lalu menghilang hanya menyisakan basah. Ada yang deras hingga menjadi badai. Tapi sanggupkah kau menunggu sampai pelangi muncul? Aku rasa bisa kalau menunggunya bersama-sama denganmu. Maukah kau menjadi hujan cintaku?