.: DIARY - PERJUANGANKU MENJADI MUALLAF :.

.: DIARY - PERJUANGANKU MENJADI MUALLAF :.

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 7, 2017
PROLOG Sebut saja ane Pure Love, nama ini diberikan oleh Nenekku dalam bahasa mandarin namun agar lebih mudah dicerna aku menjadikannya bahasa inggris. Kenapa nenekku memberikan nama Pure Love kepada ku yang artinya sungguh berat "Cinta yang Murni". Memang benar kelahiranku didasari oleh cinta murni kedua orang tua ku yang notabene Ayah - Padang Asli dan Muslim sedangkan Ibu - Chinese asli dan Buddha. Ayahku hanya lah tamatan STM yang sedang berkerja paruh waktu dikampus Ibuku ISIP ( Institut Sosial dan Ilmu Politik ) memang latar belakang kakek dari Ayah seorang Dosen sedangkan Ibuku mempunyai Ibu seorang juragan tanah ( nenekku hobi sekali beli tanah disana sini, dan meminjamkan uang ke orang lain). Saat aku lahir Ayah tidak dapat mengAdzani ku dan juga tidak berada disamping ibuku. Kata Ibukku saat beliau telah lari dari rumah, saat hamil tua Aku Ibukku dijenguk oleh keluarga besarnya. Namun saat ia diberikan buah dan memakan buah itu ia tidak ingat apa - apa lagi. Sehingga akhirnya Ibuku dapat dibawa pulang oleh Nenekku dari chinese.  Setelah aku lahir aku dipisahkan dari Ayahku ( aku dibawa pulang oleh Nenekku dan Tanteku ke rumah nenek chinese ). Bahkan saat ayahku datang ke rumah ayahku di usir dan dimaki - maki. Aku rasa nenek dan keluarga besar ibuku tidak terima jika ibu dan ayahku menikah diluar dari rencana mereka. Dimana Ibuku anak kesayangan nenekku yang diharapkan menikah dengan pengusaha chinese sukses dan mapan malah menikah dengan Ayahku yang notabene bagi kami adalah pribumi ekonomi menengah. Ooooh Nenek, keluarga besar ku apa dosaku dipisahkan dari ayah kandung ku bahkan semenjak aku masih dalam kandungan...
All Rights Reserved
#250
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A MILITARY DOCTOR BECAME A STEPMOM IN ANCIENT TIMES (2)
  • [ TERBIT ] Adikku adalah Istriku [SEASON 1 ] [TAMAT]
  • [END] Keindahan Taois Diabadikan Dalam Program Psikis
  • Anugrah Azizah
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)
  • [✓][4] Transmigrasi: Rutinitas harian Lin Wanwan dalam membesarkan bayi
  • Kupinang Kau Dengan Sholawat (END)
  • •END• Istri Kecil Sang Buddha dari Orang Terkaya

Ning Yue adalah seorang dokter militer dan prajurit pasukan khusus. Selama misi penyelamatan sandera, dia meninggal karena ledakan bom. Ning Yue mengira dia sudah mati, tetapi ketika dia membuka matanya, dia telah menjadi seorang wanita di zaman kuno dengan nama yang sama tetapi nama keluarga yang berbeda. Ayah wanita ini adalah seorang jenderal, namun dia tinggal di Desa Keluarga Ning dan dibesarkan oleh orang tua angkatnya selama lebih dari sepuluh tahun. Setahun yang lalu, orang-orang dari kediaman sang jenderal menemukannya dan membawanya kembali. Namun, mereka mengirimnya kembali beberapa bulan kemudian. Ketika pemilik asli jenazah kembali ke desa, dia hamil dan melahirkan anak kembar dalam beberapa bulan. Satu tahun lagi berlalu, dan tahun kekeringan besar pun dimulai. Seluruh desa harus mengungsi. Pemilik asli jenazah itu pergi bersama penduduk desa lainnya bersama kedua putranya dan ayahnya yang lamban. Dengan kata lain, prajurit pasukan khusus saat ini, Ning Yue, adalah seorang wanita muda lajang yang belum merasakan manisnya cinta. Dia telah melewatkan semua langkah itu, dan langsung menjadi ibu dari dua anak. Dia juga mendapatkan ayah pemilik aslinya yang bodoh dan tubuh yang tidak bekerja serta merasakan rasa lapar setelah kelaparan selama dua hari. Tapi apakah itu saja? Jangan naif, "Jangan makan putriku! Jangan makan putriku!" Ayah pemilik asli memohon. "Daging yang lebih tua terlalu keras sehingga perlu dimasak lebih lama. Dua yang kecil ini dagingnya empuk, jadi hanya perlu dipanggang sebentar saja. Kita akan makan yang besar besok!" Ning Yue, yang sekarang dipandang sebagai makanan, menatap ke langit dan berkata pada dirinya sendiri, "Wah, terima kasih banyak!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines