Story cover for DEAR LIAR by Hanna2318
DEAR LIAR
  • WpView
    Reads 2,662
  • WpVote
    Votes 508
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 2,662
  • WpVote
    Votes 508
  • WpPart
    Parts 16
Ongoing, First published Feb 07, 2017
"Gue cinta elo, Ca. Sumpah kangen banget gue sama lo." Aga merengkuhku.

Tunggu dulu. Dia bilang apa?!

Sebelum aku menghajar cowo kurang ajar di depanku, si Agatha sialan ini telah merusak wajah suciku dengan ciuman kilat naudzubilahnya.

Aku harus pingsan!

*

Agatha Juli Hernanda.
Ganteng. Anak populer. Tipikal cowo idaman sejagad raya. 99% masya allah dan 1% astagfirullah. Suka tebar pesona mentang-mentang senyumnya melegenda. Sayangnya satu, dia pacarnya Elenna Vee, satu-satunya cewe ter-nggak-ada-minusnya-di-muka-bumi. Dan lagi, dulunya dia hidupku sebelum dia berubah jadi pembohong.

*
Charesia Putri Azka.
Kata orang gue cantik. Gue nggak inget lagi ucapan mereka selanjutnya tentang gue. Yang ada di otak gue tiga tahun terakhir ini adalah ucapan dia.

"Sorry Ca. Sebenarnya selama ini gue jijik sama lo."

Dan tiba-tiba dia muncul dengan pengakuan cintanya? Pembohong sekali kamu, Agatha.
All Rights Reserved
Sign up to add DEAR LIAR to your library and receive updates
or
#174badboys
Content Guidelines
You may also like
Stay (Away) by hazelaice
64 parts Complete
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
You may also like
Slide 1 of 10
LANGIT JINGGA (TAMAT) cover
Transmigrasi Cewek Badas [Sudah Terbit] cover
Dia Anggana. cover
Say My Name cover
The Nerd (COMPLETED) cover
Stay (Away) cover
SAMUDRA cover
DUTRA AZALEA (COMPLETED) cover
Topeng di balik Senyuman cover
Fake Nerd  cover

LANGIT JINGGA (TAMAT)

59 parts Complete

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"