Story cover for Teach Me by dindaidrwt
Teach Me
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 07, 2017
Ketika cinta datang apa yang harus aku lakukan untuk menghadapinya? Jujur, aku buta akan hal berbau cinta. Banyak teman yang bilang aku terlalu kaku. 

Hei, aku juga ingin seperti kalian! 

Tapi aku tidak paham, bagaimana caranya?
- Clarissa

--

Entah mengapa, setiap melihatnya di kelas saat saya mengajar, atau di lapangan saat ia praktek olahraga, atau di kantin saat saya tidak sengaja melihatnya. Ada rasa ingin mendekatinya, mengenalnya lebih dalam tentang kehidupannya.

Hingga rasa yang saya yakin adalah 

Rasa memilikinya.

Ya, murid itu. Milik saya.

- Axton Abraham Ackerley

-------------

" saya tidak bisa pak, saya tidak pantas untuk anda" ucap ku pelan, tak berani menatap matanya. 

Karena aku yakin aku akan menangis jika melihat mata tajam itu.

Ia menangkup wajah ku dengan kedua telapak tangan besarnya.

Aku menatapnya, dan aku menangis.

" jangan pernah mengatakan bahwa kamu tidak pantas untuk ku. Kamu milik ku, hanya kamu yang pantas untuk ku. Clarissa, you're mine."

_________________________________

Story by Dindaidrwt.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Teach Me to your library and receive updates
or
#574student
Content Guidelines
You may also like
You're Here, But Not For Me by MyMiela
8 parts Ongoing
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
You may also like
Slide 1 of 10
Love In Paris (COMPLETED) cover
LELAH cover
My Hot Brother ( SUDAH TERBIT ) cover
Need You cover
Cintai Aku Pak cover
Possessive Ex-Boyfriend ✓ (PREVIEW) cover
You're Here, But Not For Me cover
Love's illusion  cover
Ini Cinta Atau Bukan? cover
My Cold Prince cover

Love In Paris (COMPLETED)

38 parts Complete

(BEBERAPA PART DI PRIVATE. FOLLOW TO READ IT!) "Manusia tidak akan pernah abadi. Tapi cinta, akan selalu abadi bersamamu." Wanita itu berharap bahwa ia bermimpi sekarang. Bagaimana bisa, sosok yang ia ketahui sangat mencintainya, berlalu begitu saja meninggalkan jejak kepahitan. Hari berlalu bagaikan sewindu. Begitu lama. Dan selama itu pula rasa sakitnya masih bermuara di dalam sana. Hingga suatu hari, seseorang datang dalam hidupnya. Membangkitkan binar di mata birunya lagi. Membangkitkan gelora yang selama ini terpendam. Namun ternyata tidak semulus itu. Sakit hati dan kepahitan perlahan menghujaminya kembali. Sampai ia tahu suatu kebenaran. Kebenaran yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Kebenaran bahwa ia berada diantara dua cinta. Cinta yang sebelumnya sempat ia ragukan. Cinta yang begitu sempurna.