Tambora Story

Tambora Story

  • WpView
    LECTURAS 92
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, feb 24, 2017
Namaku Liandra, Aku mencintai sahabatku melebihi segalanya,termasuk diriku sendiri.Tapi tak pernah bisa mengungkapkannya.Aku takut persahabatanku lenyap,hanya karena satu kata itu; cinta. Dan ketika aku mengetahui bahwa ia mencintai orang lain,entah kenapa hatiku perih,seperti tertusuk pisau karatan dengan perlahan,lalu menghujam di ulu hati yang terdalam. Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa NTB,mungkin bisa jadi obat bagi sakit ini. Aku yakin hanya jarak dan waktu yang akan menyembuhkan. Tapi,haruskah aku melupakan cinta ini?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lovakarta
  • DEVIAN [END]
  • BREATHE
  • OUR STEP
  • Unforgettable [Completed]
  • I HATE YOU BUT I LOVE YOU (END)
  • Too Far to Hold [COMPLETED]
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • BR[OK]EN HEART [END]
Lovakarta

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido