Nola
  • WpView
    Reads 481
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 23, 2017
Nola, gadis yang berperawakan cantik, tinggi bak model, berkulit putih, memiliki mata indah yang mampu menghipnotis orang yang melihatnya, hidungnya yang mancung ditambah lesung pipitnya yang membuat semuanya hampir sempurna. Walaupun ia memiliki semua yang di idamkan oleh para wanita, Nola juga manusia dan tentunya ia pasti memiliki kekurangan. Hanya ada satu kekurangan didalam diri Nola, ia selalu menuruti perkataan orang lain tanpa berpikir terlebih dahulu. Termasuk hal konyol yang selalu dikatakan teman SD-nya, menurutnya itu terlihat hanya sebuah perkataan yang bodoh, namun tubuhnya seakan tidak sinkron dengan hatinya. Ia selalu mempercayai dan menuruni apapun perkataan nya itu, Kata Temen SD.
All Rights Reserved
#2
tatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Secret Love (Tamat)
  • LOLA (Loading Lama)
  • TRAP!
  • Rembulan Laut [TERBIT]
  • Imperfection : Trapped With Troublemakers✓ [Republish+Remake]
  • INTO IT (Sudah terbit)
  • Nav's Stories
  • Bad-Boy (Complete)
  • A+ [Alatta] - Completed

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines