Thank You My Captain

Thank You My Captain

  • WpView
    Reads 6,811
  • WpVote
    Votes 272
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 13, 2017
Ketika satu persatu kebohongan terungkap. Kebohongan yang menyakitkan yang telah disembunyikan bertahun-tahun lamanya. -menangislah, menangis bukan berarti kamu lemah. Ada waktunya untuk kita melampiaskan semua perasaan yang kita rasakan dengan menangis. ( Gilang ) -bisakah sekali saja aku merasakan kebahagiaan? (Rasya) -kita tetap sahabat sekarang sampai kapanpun (Miranda) -aku akan selalu berusaha untuk membuat mu tersenyum. macan ku (Farhan) - maafin bunda ya sayang, ini semua karena kesalahan besar bunda di masa lalu (Salsa) -aku akan berusaha membuat kalian tertawa bidadari surga ku (Reza)
All Rights Reserved
#5
kembalilah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yogyakarta Mendarah
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • si Sulung & si Bungsu
  • The Perfect Pilot
  • ALEYA~~
  • • EUTANASIA •
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • My Brother's Secret

❝Shakuntala, di penghujung harimu yang melelahkan, aku harap tanganku, bahuku, dan pelukanku akan menjadi tempat ternyamanmu untuk pulang. Tapi maaf jika di penghujung harimu yang lain, aku tak lagi bersamamu di sini. Kamu tahu, manusia itu datang dan pergi, kamu tidak bisa menahan mereka selamanya di bumi. Maaf, maaf karena pada akhirnya aku pamit undur diri dan perpisahan itu tidak dapat kita hindari lagi. Sampai jumpa di lain hari yang lebih indah, dengan senyum yang merekah lebih dari bahagia, Shakuntala.❞一 Maheesa Djayarinka Laskara Sastra. ❝Maheesa, setelah kamu pergi, Jogja dan semua tentangnya tak sama lagi. Tak ada pelukan hangat darimu lagi, tak ada genggaman erat tanganmu lagi, tak ada bahu bersandar untukku lagi, dan tak ada rumah paling nyaman untukku pulang lagi. Hingga di penghujung hariku tanpa kamu, ketika kisah kita tak lagi sehangat rengkuh, aku pernah berkata padamu, kita adalah satu. Maka padamu, pulangku menuju.❞一Shakuntala Dimitri Mandalingga. Kepada : semesta tanah Yogyakarta, buku ini menceritakan perihal kehilangan-kehilangan pilu, masa lalu yang menciptakan fana semu, dan reluk di penghujung rindu yang ingin menyatu. Tokohnya adalah dua frasa rumpang yang tak pernah rampung, menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang berkabung. Selamat berlabuh di cerita Yogyakarta mendarah, kalian akan diperkenalkan kepada Maheesa dan enam temannya yang memiliki cerita berbeda-beda. Jangan lupakan Shakuntala, puan belahan jiwa, kalau kata Maheesa一Tuan Yogyakarta dan sejuta luka di hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines