Eccedentesiast.

Eccedentesiast.

  • WpView
    Reads 339
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 22, 2017
People nowadays are fucking disgusting. They liked to faking everything, including me. But not faking feelings or else, I'd like to faking smile. Smile that can hide a million thoughts that I never tell. "Terkadang lebih baik untuk diam daripada mengatakan pada mereka apa yang kamu rasakan. Karena mereka mendengar tuk sekedar mengobati rasa penasaran, mereka hanya mendengar karena mereka tak mau mengerti." --Steacy Lilyana
All Rights Reserved
#4
sucks
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Dear You
  • BINA
  • Hate Love
  • Again?
  • Verronica (COMPLETED)
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • ALEYA~~
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines