Ada gadis dungu yang kebingungan. Ia bersedih akan sesuatu yang ingin sekali ia miliki. Terenta membisu, tertatih meronta, pada kenyataan yang tak mau mendengar.
Gadis ini terus bermimpi, hal-hal yang tak pernah ia miliki. Gadis ini terus berkhayal, hal-hal yang tak pernah menjadi nyata. Sepi yang selalu setia menemaninya.
Hingga ketika telah ia raih suatu bahagia, masa lalu kembali hanyutkan bahagia itu. Datangkan lagi derita di dada. Perlahan ia masuk ke dalam lika-liku rumitnya asmara.
"Teo, Sava capek ish"keluh Alsava yang sedang membungkuk dengan kedua tangan yang bertumpu ke lutut. "Sava ga mau asma Sava kambuh, nanti Teo yang kesusahan" Lanjutnya.
Teo yang mendengar itu hanya tersenyum dengan segera ia menghampiri Sava gadisnya, "Sava ga pernah ngerepotin Teo, jangan ngomong gitu Teo ga suka. Sini naik kepunggung Teo" Teo lalu membungkuk didepan gadis itu.
Dengan senyum merekah Alsava melompat ke punggung Teo. "Siap Tuan putri, pesawat akan segera melepas landas"
~
"Sava ga boleh ninggalin Teo, kita ga akan terputuskan." Seru Teo parau, sambil membawa motor dengan kesetanan tidak peduli keselamatan, merasa mempunyai stok nyawa saja.a
Dengan kecepatan maksimal sebuah truk dari arah kanan mengarah lurus kepada pemuda yang membawa motor itu dan...
BRAK..
~
Dan di sebuah UGD yang di tempati seorang gadis didalamnya sebuah alat EKG berbunyi dengan sangat keras hingga memekakkan telinga.