Apakah Engkau Mempermainkanku, Cinta?

Apakah Engkau Mempermainkanku, Cinta?

  • WpView
    Reads 734
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 20, 2017
Terkadang engkau mampu membuat perasaan ini berbunga-bunga. Namun tak jarang pula engkau membikin jiwa dan sanubariku menjadi resah, tak karuan rasa. Apa gerangan maumu, duhai cinta? Ini adalah cerita pendek yang berasal dan diambil dari kisah nyata saya dan teman-teman. Semoga bermanfaat. Selamat membaca. Dan, jangan lupa untuk diberi kritik dan sarannya.
All Rights Reserved
#348
pendek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Terlarang Seorang Guru
  • Perjuangan Hati
  • A Letter to My Sister
  • Obsession BL {END}
  • My Lalalalisa (REVISI)
  • Kau Akan Temukanku Digaris terdepan
  • transmigrasi???
  • Stay Alive [TAMAT]

Kisah nyata Non Fiksi Perjalanan hidup manusia tidak pernah bisa kita tebak. Cobaan dan ujian silih berganti. Kisah yang akan saya tulis di sini tentang pelajaran hidup yang banyak hikmah dibalik musibah. Kisah perjalanan cinta yang kandas, cinta terlarang dan kematian. Saya selalu mengupas kalimat tentang sebab dan akibat dari perbuatan. Dan ini adalah nyata, di setiap perbuatan kita, akan ada dampak untuk hidup kita sendiri. Saya seorang Ibu yang pernah mencetak novel lewat Penerbit, saya tidak pernah terikat perjanjian ketika mencetak novel. Syukur Alhamdulillah, peminat baca sangat antusias. Bahkan sebelum buku ready atau selesai cetak, banyak yang sudah ikut pre order, banyak yang sudah lunas. Ini adalah kebanggaan untuk diri saya, artinya cerita saya sukses dinikmati pembaca. Untuk menjadi penulis terkenal, tentu saja ini adalah impian semua penulis. Tidak mungkin kita menulis hanya dinikmati kita sendiri. Impian ingin menjadi best seller dalam penjualan novel, tentu juga impian seorang penulis. Tapi kembali lagi, semua ada prosesnya, keberuntungan tidak lepas dari kita. Tapi yang membuat saya optimis adalah, jika kita melakukannya dengan terus belajar, berusaha dan berdoa, pasti akan menikmati hasilnya. Tiga point yang selalu saya terapkan adalah belajar, berusaha dan berdoa. Saya bangga pada penulis senior yang sudah mengharumkan namanya karena tulisannya. Dari penulis Ibu Fitria Prapnasari, Bapak Agung Webe, saya bisa belajar dari beliau, bahwa menulis cerita, bukan hanya sekedar hobi, tapi harus dilakukan rutin, semangat dan optimis. Mereka inilah yang selalu memotivasi saya agar terus menulis dan terus belajar. Ditambah lagi semangat dari sahabat-sahabat dari Komunitas yang saya bangun di medsos, yaitu Group Cerita Keren dan Misteri [CEKERMI]. Karena merekalah saya mampu menghasilkan karya. Ketika saya ngobrol dengan penulis yang sukses, dia selalu bilang, "saya dulunya sama saja, seperti Mamah Ranggi, masih pemula dan banyak ujian." Semangat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines