Story cover for STRAWBERRY CHEER UP by darypurple
STRAWBERRY CHEER UP
  • WpView
    LECTURES 17
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 17
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement févr. 09, 2017
Bertemu dengan seseorang pada pandangan pertama?  Tapi, bagaimana pandangan pertama itu akibat ditabrak seorang lelaki yang ternyata OSIS sekaligus Badboys? Kehidupan bagaikan buah stroberi yang bercampur rasa asam dan manis. Begitu juga kehidupan seorang Elvina Syareefa Kahla yang membutuhkan seorang penyemangat dalam hidupnya yang mengalami jatuh bangun untuk menjadi seorang gitaris. Ditambah dengan bertemu seorang Badboys yang hampir menjatuhkan jati dirinya. Yaitu,  Alvin Yusran Al Ghazi..
Tous Droits Réservés

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter STRAWBERRY CHEER UP à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 8
HUSBAND [END] cover
My Husband Is CEO  [End] cover
Komisi Disiplin✔ cover
Together ✓[COMPLETED] cover
Laila, Nikah yu! (Revisi) cover
SERENDIPITY cover
Komposisi Cinta (END) cover
My Girl Is My Savior {MGIMS} cover

HUSBAND [END]

57 chapitres Terminé

Pertemuan secara tak sengaja menimbulkan perasaan sejak kecil. Berpisah bukan hal yang mudah. Bertemu dengan gadis yang merubah semuanya. Dan sosok lelaki yang mampu berjuang dan bertahan. Sampai suatu ketika, kebenaran itu terungkap. Sreeettt.... Untungnya Alvano dengan cepat mengendalikan stir nya. Dan oh! Apa itu? Ia hampir menabrak gadis. "Aduhh..." ucap nya meringis. Ya, gadis itu adalah Nadin. Alvano turun dari mobilnya dan melihat siapa yang hampir ia tabrak. Nadin sedikit mendongak. Tatapan mereka bertemu. Nadin kaget mengapa ia bertemu lagi dengannya? Dan, astagaaa... Alvano menghela napas saat melihat sosok gadis tadi. "Untung gak mati" kesal Nadin menatap Alvano tajam. "Bukan salah saya." "Nih orang gak ada rasa rasa berdosa nya yaaa!! Bantuin diri kek, apa kek, ini gak ada rasa rasa nyesel nya!!" emosi Nadin sudah memuncak dan mengeluarkan unek unek nya. Alvano mengendikkan bahu nya acuh. Tak lupa wajahnya, ia selalu datar. "Ini sudah malam, dan gadis sepertimu tidak cocok diluar malam." Nadin melirik sekilas. "Saya tadi abis keminimarket. Trus hampir mati ditabrak sama Om Om!!!" ucap Nadin menghela napas kasar dan menegaskan ucapannya diakhir. Alvano menatap tajam Nadin, memangnya ia terlihat seperti Om Om? "Saya bukan Om mu" ucap Alvano. "Ck! TERSERAH."