Saat Hati Berkata "Ingin"

Saat Hati Berkata "Ingin"

  • WpView
    Reads 2,490
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 11, 2024
Sebuah cerita cinta yang menceritakan seorang gadis yang penuh pengharapan pada seorang pria yang sangat ia kagumi. Pengharapan penuh yang ia taruh terlalu dalam hingga akhirnya ia terjebak dengan perasaannya sendiri. ----------- Saat ini tidak salah jika memang ada seseorang yang mendampingimu. Karena memang saat ini aku bukan siapa-siapa. Bahkan kau tidak mengenalku lagi. Tapi pahamilah kata-kata yang pernah ku ucapkan pada mu. Aku hanya ingin kau memahaminya. Bukan untuk menghancurkan hubungan mu dengannya. Ini hanya pernyataan yang berharap agar kau pahami. Jika memang saat ini kau bahagia dengannya, itu bukan salah ku, salah mu atau pun salahnya. Aku yakin ini skenario terbaik yang di tuliskan Tuhan untuk jalan kehidupanmu saat ini. Aku ikhlas, meski hati ini masih tertuju pada mu. Saat ini aku hanya bisa melihat mu bahagia. Ya, bahagia bersamanya. Tidak masalah. Meski rasa sakit yang sangat mendalam terkadang menerjang lubuk hatiku. Aku sadar, diri ini hanyalah manusia biasa. Hati yang ku miliki ini bisa saja hancur ketika melihat kebahagiaan yang terpancar jelas di mata coklat mu itu. Sebisa mungkin aku berusaha untuk ikhlas. Ikhlas menerima takdir yang di tuliskan Tuhan untuk mu yang sedang berbahagia itu. Dan ikhlas menerima takdir ku yang hanya bisa melihat kebahagiaan mu dari kejauahan. Baiklah, aku akui hati ini sangat ingin memilikimu. Tapi aku tidak mempunyai kekuatan apapun untuk meraih hati mu itu. Kau yang di ciptakan sempurna di mataku oleh Sang Maha Pencipta di alam semesta ini. Engkau yang selalu ku intai dalam setiap doa-doa ku. Meminta agar Sang Pencipta mu memberikan ku kesempatan untuk mengenal mu lebih jauh serta bisa bersama mu. Selebihnya, ku pasrahkan kepada Sang Maha Penulis Skenario terbaik di muka bumi ini. Apakah akhirnya aku yang bisa mendampingi mu hingga kau tua nanti? Ataukah dirinya yang kini bersama mu? Atau, ada seseorang yang lebih baik dari ku ataupun dirinya nanti. -Refina Friska-
All Rights Reserved
#7
ekspektasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • BROKEN HEART [END]
  • Cool Man
  • Yang Pernah Patah
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Sedekat Nadi Sejauh Matahari [BELUM REVISI]
  • Narasi patah hati
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Unrequited Feelings
  • WISHES.

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines