Han kami ( Manusia Setengah Dewa )

Han kami ( Manusia Setengah Dewa )

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 16, 2017
Ini adalah sebuah karangan cerita yang saya ambil dari imajinasi saya sendiri dan dibantu oleh sahabat dekat saya . Menceritakan tentang seorang anak yang bernama Hajime Rayzen, Dia sudah di takdirkan untuk menjadi manusia setengah dewa ( Han Kami ). Namun dia tidak tahu kalau diri nya mempunyai kekuatan yang begitu Besar. Bagaimana kisah selanjutan nya, ikuti terus cerita kami di manusia setengah dewa ( Han Kami )
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Darah di Tahta Sunyi
  • I'm More Than Just A Princess
  • Anak Manusia
  • "all about our story."
  • BEREINKARNASI KE ANIME SEBAGAI VILLAIN DENGAN 5 PERMINTAAN PART 3
  • Sang Panglima (Tamat)
  • ALASKAR
  • [END] Putri Bupati yang Melawan Hantu Setiap Hari
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar

--- Prolog "Kerajaan ini tak dibangun di atas kebajikan-melainkan di atas bisikan malam dan darah yang mengering." Tidak ada yang tahu kapan tepatnya kegelapan itu datang. Mungkin ia lahir bersamaan dengan kelahiran sang Ratu-Eirwen, putri dari takhta dingin yang menjulang di utara. Wajahnya elok bak lukisan dewa, tapi matanya... menyimpan musim dingin yang tak pernah mencair. Konon, saat ia dinobatkan, langit tidak bersorak, melainkan mendung menggulung dan gagak-gagak berputar di atas istana. Orang-orang berseru dengan takzim, namun di dalam dada mereka, berkecamuk rasa takut yang tak mereka pahami. Eirwen tak mewarisi kerajaan-ia menaklukkannya. Dengan siasat, darah, dan kehendak besi. Ia tidak memimpin dengan kasih sayang, melainkan dengan sunyi yang mengintimidasi. Dan ketika musuh-musuhnya runtuh satu per satu, bukan kemenangan yang ia rasakan, tapi kehampaan yang terus menggerogoti jiwanya. Kini, bertahun telah berlalu. Kerajaan berdiri di atas tulang-tulang masa lalu. Dan di dalam istana batu yang membeku itu, sang Ratu duduk seorang diri... dikelilingi bisu, dikhianati bayang-bayangnya sendiri. Tapi ini bukan kisah tentang kebangkitan. Ini adalah kisah tentang kehilangan. Tentang bagaimana seorang ratu mengorbankan segalanya-hingga ia bahkan tak lagi memiliki dirinya sendiri. Dan ketika semuanya telah terbakar... Yang tersisa hanyalah keheningan yang menganga. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines