lunglai

lunglai

  • WpView
    Membaca 69
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Feb 21, 2017
Disore hari yang sedang hujan deras, aku sedang berjalan kaki. ketika aku sedang berjalan, seseorang menghampiriku dengan lunglai. dia: '' hi kumaha damang?'' aku: ''alhamdulih damang, pangestu? dia: abi tipayunnya, punten mayunan, nuju aya bujengen. aku: muhun mangga tesawios. orang itu menyapaku dengan sopan dan lembut, kami saling sapa dengan bahasa sunda. sejenak aku berfikir siapa ya orang yang menyapa barusan kok akrab banget. sambil memejamkan mata aku coba mengingat ngingat mukanya yang amat ramah tapi layu yaa seperti aku kenal. aku memaksa utuk ingat tetapi ahh benar-benar tidak ingat. hmm hujan sore itu membuat ku basah kuyup karena aku sengaja tidak nembawa payung, aku membiarkan tetesan tetesan hujan menetes kedasar muka. kenapa aku membiarkannya itu karena kamu penyebabnya.!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tentang dia (END)
  • Gadis Hujan
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • My Cold Boy
  • Rainy Day (complete)
  • Rainy Day
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Hujan dan Cintaku

Dia seseorang yang aku kaitkan dengan hujan, dia seseorang yang mengajariku makna hujan yang bisa jatuh berkali-kali, dia seseorang yang mengajariku kebahagiaan menari dibawa lebatnya hujan. Tapi ini bukan soal hujan juga bukan tentang hujan, tapi ini memang tentang dia. Dia adalah hujanku yang menjadi kenangan rindu. Entah kemana ia sekarang, dulu ia selalu datang disaat aku butuh. Seperti seseorang yang memang Tuhan kirimkan untuk selalu melengkapiku meski dia sendiri jauh dari kata itu. Tuhan apakah masih ada kesempatan untukku menemuinya? Tuhan aku ingin bertemu dia lagi, dan meminta untuk ia mengajariku tentang hujan, sungguh aku tak bisa mencerna setiap tetesan hujan itu lagi. Karna yang kuingat hanya dia jika melihat hujan. Yang kuingat hanya kenangan yang tak sengaja ia lukis dihidupku. _____Meira_____ Cover by ; Cevphucinno Ps ; DILARANG PLAGIAT!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan