lunglai

lunglai

  • WpView
    LECTURAS 69
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 21, 2017
Disore hari yang sedang hujan deras, aku sedang berjalan kaki. ketika aku sedang berjalan, seseorang menghampiriku dengan lunglai. dia: '' hi kumaha damang?'' aku: ''alhamdulih damang, pangestu? dia: abi tipayunnya, punten mayunan, nuju aya bujengen. aku: muhun mangga tesawios. orang itu menyapaku dengan sopan dan lembut, kami saling sapa dengan bahasa sunda. sejenak aku berfikir siapa ya orang yang menyapa barusan kok akrab banget. sambil memejamkan mata aku coba mengingat ngingat mukanya yang amat ramah tapi layu yaa seperti aku kenal. aku memaksa utuk ingat tetapi ahh benar-benar tidak ingat. hmm hujan sore itu membuat ku basah kuyup karena aku sengaja tidak nembawa payung, aku membiarkan tetesan tetesan hujan menetes kedasar muka. kenapa aku membiarkannya itu karena kamu penyebabnya.!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Alena, Si Gadis Hujan
  • Rianbow [SHS 1]
  • Gadis Hujan
  • Rain Sound
  • Tentang dia (END)
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • RAIN

"Apa alasan lo suka hujan? " tanya pemuda tampan itu. "Hujan itu bisa bikin tenang, suara hujan itu kaya lagu penenang buat gue. " "Oh ya? " Alena mengangguk. "Gue suka hujan, tapi gue nggak suka petir. " "Lo aneh banget. " "Gue emang aneh. " Hujan dengan sejuta kenangan dengan mu, ini tentang aku dan kamu di bawah rintikan hujan....

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido