Perempuan Ayu

Perempuan Ayu

  • WpView
    Reads 942
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Feb 11, 2017
Tidak ada ketakutan dalam mata Ayu, wajahnya merona. Begitu menginginkan. Dipersembahkannya sesuatu yang dijaganya sampai sedewasa ini. Yang dulu begitu dia junjung tinggi. Namun demi seluruh hasratnya kepada Arya, setipis tanda yang melambangkan kegadisannya Ayu serahkan. Naskah ini dibuat untuk memenuhi challenge Ang di grup Corat-Coret Penulis. Hak cipta dilindungi undang-undang. Mengutip, memperbanyak, memindahkan sebagian atau seluruh isi cerita ini dalam bentuk apapun dapat dikenakan sanksi. Copyright © Lulu Syifa Fauziah 2017
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt Girl! (Completed)
  • Destined for me 2
  • Anya
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • NERD GIRL [TAMAT]
  • May I Love You?
  • My Hottest Daddy [Hottest Series#3]
  • Painful By Accident (Completed)
  • Crazy Couple [End] ✔

🚫PERINGATAN! CERITA INI MENGURAS EMOSI🚫 [TELAH TERBIT]✓ LENGKAP✓ Utamakan Follow sebelum baca😑 # Sasha sudah benar-benar kesal dengan tingkah bodoh nya Arsen, sehingga amarah nya yang sudah ia tahan sejak lama pun kini tidak bisa ia tahan lagi. "Kamu pilih aku atau perempuan jalang itu?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang sedikit tinggi. Seketika rahang Arsen mengeras saat mendengar kata jalang dari mulut Sasha. "JAGA MULUT KAMU!" Teriak Arsen seraya menunjuk kedepan wajah Sasha. Sasha tersenyum miring. Walau sebenarnya ia merasakan sesak didalam hatinya. "Dan asal lo tau, dia itu baik. Lebih baik dari pada lo!" Lanjut Arsen dengan tegas. Tubuh Sasha tiba-tiba mematung. Apa yang diucapkan Arsen benar-benar melukai hatinya. Karena Arsen telah membandingkan kekasihnya sendiri dengan wanita lain. "Dan satu lagi, dia itu bukan perempuan jalang!" Ucap Arsen. Sasha yang dari tadi hanya diam membisu, kini ia membuka suara. "Lalu, kalo dia bukan jalang apa? Perempuan yang gak punya hati kaya dia pantasnya disebut apa? Pelakor? Atau perebut kebahagiaan orang?" Tanya Sasha dengan nada suaranya yang meninggi. Plak. Arsen menampar pipi Sasha dengan keras. Sehingga Sasha pun merasakan panas dicampur rasa sakit dipipinya. Tubuhnya bergetar, air matanya menetes. Ia memegang pipinya yang memerah itu. Ia menatap Arsen lekat, ia benar-benar tidak percaya jika Arsen melakukan itu pada dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines