50 Sajak Jiwa

50 Sajak Jiwa

  • WpView
    Membaca 9,177
  • WpVote
    Vote 70
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Sep 13, 2017
Ini adalah kumpulan sajak dan puisi yang kutulis dari tahun 2010 hingga tahun 2016. Puisi di buku ini tak hanya menampilkan sisi puitisnya saja, tapi aku mengajak para pembaca untuk menyelami isi yang terkandung di dalam sajak dan puisi ini. Berisi total 50 Sajak dan Puisi yang dibagi dalam 10 Bab, sehingga kunamai judul buku ini dengan "50 Sajak Jiwa" karena dengan membaca buku ini, sama artinya membaca isi hatiku. Pada pembahasan berikutnya, aku pun akan menyertai makna setiap sajak dan puisi yang kutulis. Semoga setelah membaca sajak dan puisi dalam buku ini membuat sahabat-sahabat semakin menyukai puisi dan sajak, bisa menulis puisi maupun sajak dan bisa mengartikan apa yang kita tulis. Kritik dan saran sangat saya harapkan untuk kemajuan saya dalam meningkatkan kualitas tulisan saya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Shubuh Itu Terbit dari Sepasang Matamu
  • baby boy
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
  • Kumpulan Puisi Bameswara West Java Philoshophy
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • Transmigrasi Kematian Istri (end)
  • Madah Qolbu❣️

Abdurrahman ialah seorang pemuda yang gigih, cerdas, dan berakhlak mulia. Lahir dari keluarga yang amat sederhana. Menghabiskan sebagian besar perjalanan kisahnya di sebuah pondok pesantren yang amat bijak perangainya. Pada suatu ketika yang teramat rahasia kisahnya, mawar tiba-tiba saja tumbuh dalam hatinya. Hanya setangkai, namun sekebun sekalipun akan mabuk akan keharuman mawar itu. Mawar itu ialah sebagai rumah bagi satu nama santriwati. Gadis yang lembut, cerdas, berkepribadian tinggi, serta berakhlakul karimah. Perihal cinta, terkadang memang selalu seperti bayang-bayang. Dan begitu juga yang Abdurrahman rasakan dalam perjalanan hidupnya. "Oh, Laila. Inikah cinta. Tahukah kau. Aku sering tiba-tiba merasa hujan datang, meski malam terang benderang". Kisah ini akan tertuju pada satu nama utama yaitu Abdurrahman, tentang perjuangannya dalam mewujudkan segala cinta serta cita-citanya. . Terang terbit, dari sesungging senyum, yang meredam api, jadi tumpukan arang-arang. Selamat membaca, semoga berbahagia.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan