Collided
  • WpView
    Reads 2,668,486
  • WpVote
    Votes 239,397
  • WpPart
    Parts 73
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 12, 2024
Kaniss sudah move on. Nama Ezra sudah tidak ada lagi di dalam kamusnya. Semua sudah baik-baik saja. Kaniss baik-baik saja. Tapi rupanya, kisah mereka belum mencapai chapter akhir. Ketika Bali menjadi saksi pertemuan mereka yang berujung luka, kota New York menjadi saksi pahit manis hubungan mereka. Di sana Kaniss menyadari hal yang tidak dia sadari sebelumnya; dia dan Ezra terlalu berbeda.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruang ; Kursi dan jendela
  • Jika Hanya Sementara... ✅
  • Komitmen Sampe Mampus
  • DEALLOVE
  • Planet Tanpa Nama (18+)
  • Hujan dalam Pandanganku
  • LOVELY KARENINA (SUDAH TERBIT)
  • Perfect Love
  • Texting (Republish) ✔
  • Bulan Terbelah Dendam

Tolong! Rubiana Mentari tertimbun tanah galiannya sendiri setelah membuat ulah dengan Tuan muda Arkaish Dewanggala, the one and only, bujang idaman kaum sosialita yang berdarah ningrat dan hobi gonta-ganti perempuan! Awalnya, Bia cuma ingin mengacaukan rencana perjodohan kakak tirinya, Jistara, dengan cara mencium Arkaish didepan umum, lalu mengaku cinta setengah mati dengan lelaki buaya yang hobi membuat Bia mual itu! Dia cuma ingin membuat kakak tiri dan juga Papinya malu! Nggak lebih! Ini semacam aksi balas dendam dadakan dan super nekat! Dan, ya. Memang betul setelahnya, rencana perjodohan Jistara gagal total. Bia puas sekali melihat Jistara si anak manja menangis sesenggukan karena lelaki idamannya di sosor duluan. Tapi, hidup Bia juga ikut amburadul! Ya ampun! "Kalau begitu, kita jodohkan saja mereka." T-tunggu. Tunggu dulu! Siapa yang akan di jodohkan dengan siapa?! "Kalian bersedia, kan?" Apa?! K-kenapa ... Semua orang menatapnya begitu?! "S-saya--" "Kami memang memutuskan untuk pacaran." Hah?! Bia menoleh. Menatap si brengsek yang sedang tersenyum tipis sambil melanjutkan. "Kami akan saling mengenal dulu. Iya, kan?" Lelaki itu menggenggam tangannya lantas tersenyum lagi. HARUSNYA TIDAK BEGINI! Tidak! Ini tidak benar! Baik. Tenang, Bia. Tenang. Jangan panik! Mari kita cari solusinya. Pertama-tama, tarik napas panjang lalu hembuskan perlahan. Ya, bagus. Tujuannya sekarang sudah jelas ; Bia akan menyusun beribu rencana agar lelaki itu muak dengannya lalu memutuskan hubungan secepat mungkin. Itu mudah! Bia pasti bisa melakukannya! Warning : sepuluh part terakhir sudah di hapus. Silahkan dibaca di karyakarsa. Terimakasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines