Story cover for NOT HIM by SoniaLuspitasari
NOT HIM
  • WpView
    Reads 6,595
  • WpVote
    Votes 457
  • WpPart
    Parts 39
  • WpView
    Reads 6,595
  • WpVote
    Votes 457
  • WpPart
    Parts 39
Ongoing, First published Feb 11, 2017
Ketika langit mencumbu samudra hingga berapi api hai kau, ku rajut doa doa dengan air mata, doa doa yang sama untuk orang yang sama

Satu nama yang akan mengantarmu pada pahit manisnya berjuang

terkadang aku tidak ingin tertawa,karena disaat aku tertawa pasti aku akan menangis dan disaat aku menangis belum tentu aku akan tertawa

setelah ku ungkapkan segalanya, aku hanya berharap aku bisa mencintai mu dengan sederhana, sesederhana hembusan angin yang tak terlihat namun sejuknya terasa

aku menunggumu seperti bulan yang menanti sang malam, seperti matahari yang menanti siang, seperti pelangi yang menunggu hujan

Ketika siang yang bisa member sedikit kebahagiaan tidak ingin di gantikan posisinya mejadi malam yang bisa memberikan begitu banyak kebahagiaan

terkadang apa yang terlihat mudah itu, akan membawamu pada suatu kebingungan yang dirimu sendiri tidak bisa mengatasinya
-------------------------------------------------------------
Cerita ini tentang cara seseorang memulai Cinta 
Cerita ini tentang cara seseorang menghargai persahabatan 
Cerita ini tentang cara seseorang mengatasi cintanya yang bertepuk sebelah tangan 
Cerita ini tentang seseorang yang menyesali akan keputusannya yang menjatuhkan hati pada orang yang kurang tepat 
Namun 
Keadaan memaksanya untuk kembali padanya pada Cinta yang salah itu 

Baca yaaa jangan lupa vote 😃⭐
All Rights Reserved
Sign up to add NOT HIM to your library and receive updates
or
#419kanaya
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
AILY DAILY  cover
Albel cover
Waktu?  cover
Kanaya & Devano [END] cover
Me and you [END] cover
psychologycal cover
Aku Dia Berbeda [END] cover
Vera Life Story [Completed] cover
ALVIVA (END) cover
FIZYA cover

AILY DAILY

44 parts Complete

[FOLLOW YUK, SEBELUM BACA!] -not revised yet! Dua insan ciptaan tuhan yang bertemu di situasi yang serupa, mempunyai perasaan hampa di dada. Takdir yang sama, kehilangan separuh jiwa membuat mereka terpuruk di hidupnya, dan sama-sama mengharapkan sesuatu yang indah di akhir masa. "Sejak kapan luka itu ada?" Aily bertanya melihat luka besar yang dimiliki Dipta. "Sejak mama tidak ada di sini." "Kamu suka senja?" Dipta menatap dalam mata Aily, mata yang sepertinya banyak menabung rindu. "Senja, bikin aku inget sama Ibu, dia matahari yang indah saat akan terbenam." Apakah mereka mampu menghilangkan semua rasa pilu di hati? Apakah mereka mampu membuat sesuatu yang indah di akhir bagian? Lantas, bagaimana caranya? ⚠️CERITA PURE DARI OTAK AUTHOR! ⚠️PLAGIAT JAUH JAUH! ⚠️17+ MENGANDUNG KATA-KATA KASAR! ⚠️ JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, TEMPAT, ALUR CERITA ITU ADALAH KEBETULAN SEMATA DAN TIDAK ADA UNSUR KESENGAJAAN!