die ' near
  • WpView
    LETTURE 3
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso<5 mins
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, feb 11, 2017
the description its using Indonesian language .. Kematian. sebagian orang mungkin menganggap bahwa kematian adalah hal yang "datangnya masih lama". Namun, disebagian orang lainnya justru menanamkan didalam dirinya bahwa kematian itu "bisa datang kapan saja" pertanyaannya kita siap atau tidak sama dengan kita beriman atau tidak. Seringkali saya berfikir memang benar bahwa , kematian itu bisa datang kapan saja ketika Tuhan berkehendak. Diri ini hanya bisa mempersiapkan dan menata seapik mungkin tentang bagaimana kita meletakan kebaikan disetiap waktu kita, benar.. berarti bisa dibilang sama dengan "mempersiapkan diri di sisa-sisa waktu yang kita punya". Sedih ? Takut ? itu pernyataan yang sontak ternyatakan saat mendengar kata kematian seorang manusia. saya sendiri banyak memikirkan hal yang kesannya abu-abu namun pasti kedatangannya. bagaimana nanti ketika aku di jemput lebih dulu oleh Tuhan, Allah subhanahhuwata'ala ? Suamiku yang amat aku cintai, anak-anakku kelak, orangtuaku, adikku, sahabat-sahabatku ? cukup. sudsh terlalu jauh.. memang sedih kalau kalau berparadigma kesebelah situ. namun satu yang ingin saya sampaikan ketika memang nanti Tuhan menggugurkan daun yang bertuliskan Fatmarani Nurrunnisa, saya sampaikan "permohonan maaf" kepada seluruh manusia didunia ini, baik yang pernah saya singgahi hatinya, saya berikan warna dihidupnya lalu kemudian saya jadikan hidupnya kelam dan gulita, saya terangi dengan harapan senyum canda tawa lalu saya torehkan luka selepasnya. "Maaf" ... Maafkanlah saya.. Maaf untuk amanah yang belum tertunaikan dengan tuntas, Maaf untuk janji yang belum ku tepati, Maaf untuk harapan yang belum sempat ku realisasikan, Maaf untuk jutaan kata dan kalimat yang melukai perasaan, Maaf untuk keegoisan dan kekurangajaran sikap ini, Maaf karena pernah membuat marah, dan menangis menahan sakitnya hati dan batin, Maaf karena kesombongan dan arogansi diri ini, Maaf untuk kebohongan yang sampai sekarang belum ku akui dengan terang, "Maaf"...
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Melloyern: 13 Land Under Holy Crystal Blessing
  • Anfal's Ibtihaj ✔
  • Dreaming of Normal, Waking up Royalty
  • sweetness of his heart(PART 2 OF stepmom of my children and my second wife)
  • Lost in Seoul (J.J.K) BTS Fanfiction
  • For His Frozen Heart...
  • unconditional love: love and revenge....
  • Zakhm Se Ishq Tak
  • Tell Me You Love Me Too

"You sure you want to be a magician?" ask an old woman to a boy. "yes Granny Ren. I will be the greatest magician of all Melloyern." He said enthusiastically as the Granny softly caress his small and smooth hand. The boy then ran to his friends as one of them calling him to play football. The Granny look at the boy silently with a solemn smile. Her eye narrow in a soft and gentle gaze she give to the kids that was playing at her yard. "He will be." she said before stand and walk to a well. The boy were born as a normal human. There is no easy way for him to be a magician. he has no mana in him. Or that's what everyone expect from him. Writer: "Hey, that's enough reminiscing about your past. it's the story description section. Not the story yet!" Nakajima: "Fine. I will start with the description." Writer: " good. get back to work." 13 Land Under Holy Crystal Blessing, as the name suggest, It was about a holy crystal that blessed a land. like a mainland or somesort. So... Writer: "is that really the right way to make a description?" Nakajima: *sigh* There is a mainland with 13 state under a flag named Melloyern. These all 13 state have it's very own holy crystal that bless the state individually. But, the crystal contains powerful amount of mana that makes every single person in Melloyern going for it. A group of magician called Denials were up to collect all of the crystal to keep them safe from wrong hands. There is a lot of hindrance in their path such as the Kingdom of Melloyern itself is turning against these guys. Still there are more. Can they survive? it's up to them to decide. Can they achieve what they aim for? It's always up to them to decide their own future. Nakajima: "Satisfied?" Writer: *Claps his hands many time* "Very much." Nakajima: " Can I keep daydreaming?" Writer: " what did you say? You also in the story so... get in there!" Nakajima: *sigh and step into the story*

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti