We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
4 DETIK
  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Apr 20, 2017
WpInfo
Fiction
Paranormal
"Tuhan membuatmu beda dari yang lain, untuk mengujimu dengan itu..." DIUSIANYA yang ke tujuh belas, Holly Lavina Carlene kembali melihat mimpi buruk di masa kecilnya. Mimpi yang seketika menghilangkan keceriaannya dan membuatnya tertunduk takut menatap dunia sekitarnya. Begitu pula sebaliknya, dunia pun serasa ikut memusuhinya. Di saat Holly tersadar bahwa 'mimpi buruk' itu bisa ia gunakan untuk menjadi alat balas dendam orang-orang di sekitarnya, tiba-tiba tanpa sengaja ia menyelamatkan jiwa kecil kesayangan seorang Edmund D. William. "4...3...2...1..." "Ini bukan 4 detik kau terpana menatap seseorang... " "Bahkan kau tidak akan tersadar sejak kapan ia mulai menatapmu... " "Tiba-tiba kau merasa seolah ada orang lain yang memaksa masuk dalam dirimu... Dialah Hol-. . . "
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pangeran Kegelapan
  • MIXTURE! (About Secrets)
  • The Key: My Little Drug [S1]
  • Shadows of the Main Story
  • Dalam Dekapan Sang Malaikat
  • The Darkness After Make A Wish
  • The most beautiful death of love (HIATUS)
  • Kronos [COLD DEVIL #3]
  • Become An Antagonist? [ON GOING]

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines