WHY ALWAYS HIM?

WHY ALWAYS HIM?

  • WpView
    Reads 5,775
  • WpVote
    Votes 405
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 16, 2017
" KAPAN TOBAT? " Hanya kalimat itu yang selalu ingin dia tanyakan. " PELAMPIASAN " Hanya kata itu yang menggambarkan dirinya. " TINGGALKAN " Hanya tindakan itu yang harusnya dia lakukan. Berawal dari sebuah perjanjian yang mereka sepakati, maka berawal dari sana pula masalah dimulai. Perjanjian yang memperbolehkan mereka untuk saling berselingkuh satu sama lain. Tanpa ada kata marah, cemburu, ataupun rasa tidak suka. Namun, bagaimana jika saat kita berselingkuh, justru selingkuhan itu lebih baik dari pacar kita? Apakah kita harus meninggalkan pacar kita sendiri agar bisa terus hidup bahagia dengan orang ketiga? ~ Devicha Lorensa Wijaya ~ - Dimas Praditya Sandika -
All Rights Reserved
#60
non-fiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Untitled:Iridescent | SEKUEL | COMPLETE |
  • Love Till Jannah [END]
  • ATHARRAZKA
  • Om, Ayo Nikah!
  • Terima Kasih, Senja!
  • Gus Fahry
  •  Q&A: Love Cinta Love Cinta (Completed)
  • My Famous Boyfriend [Completed]
  • KHALILA AND OTHERS

Rank: #1 dalam Bebytsabina 19 Februari 2021 #1 dalam Mawareva 12 Maret 2021 [SEKUEL UNTITLED:GIVE TITLES AS YOUR WISH] [BACA CERITA YANG PERTAMA DULU KARENA SEKUELNYA BERHUBUNGAN] "Gue gagal nepatin janji gue, gue nggak bisa bohong lagi, semakin gue pura-pura ngelupain dia, move on dari dia, semakin gue sayang sama dia." Rintihnya, air mata yang hampir melorot segera ia bendung. "Kenapa dia bisa lupa, tapi gue enggak?" "Maksud lo?" "Dia udah punya pacar," ucapnya dengan gemuruh yang semakin menjalar. PRANG "Cukup!" "Enggak gini caranya, Len. Enggak dua-duanya juga." "Dasar murahan!" "Lo puas sekarang, Len?!" "Sekarang gue gimana, Len?" "Ternyata temen makan temen ada juga di dunia nyata." Masih banyak sekat kosong yang belum tertemukan jawabannya, angin boleh saja membawa ratusan perasaan untuk membingunkan setiap isi hati manusia, tapi sudah seharusnya tugas manusia menemukan tegasnya. Yang penting kita sama-sama jangan hilang, yang penting kita sama-sama masih terpantau radar. Kita hanya sudah yang masih bisa kembali atau sudah yang seharusnya punah dan digantikan yang baru? [UPDATE SETIAP RABU DAN SABTU]

More details
WpActionLinkContent Guidelines