WHY ALWAYS HIM?

WHY ALWAYS HIM?

  • WpView
    Reads 5,775
  • WpVote
    Votes 405
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 16, 2017
" KAPAN TOBAT? " Hanya kalimat itu yang selalu ingin dia tanyakan. " PELAMPIASAN " Hanya kata itu yang menggambarkan dirinya. " TINGGALKAN " Hanya tindakan itu yang harusnya dia lakukan. Berawal dari sebuah perjanjian yang mereka sepakati, maka berawal dari sana pula masalah dimulai. Perjanjian yang memperbolehkan mereka untuk saling berselingkuh satu sama lain. Tanpa ada kata marah, cemburu, ataupun rasa tidak suka. Namun, bagaimana jika saat kita berselingkuh, justru selingkuhan itu lebih baik dari pacar kita? Apakah kita harus meninggalkan pacar kita sendiri agar bisa terus hidup bahagia dengan orang ketiga? ~ Devicha Lorensa Wijaya ~ - Dimas Praditya Sandika -
All Rights Reserved
#60
non-fiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terima Kasih, Senja!
  • My Famous Boyfriend [Completed]
  • KHALILA AND OTHERS
  • Om, Ayo Nikah!
  • Love Till Jannah [END]
  • ATHARRAZKA
  • Gus Fahry
  •  Q&A: Love Cinta Love Cinta (Completed)
  • Untitled:Iridescent | SEKUEL | COMPLETE |

⚠️⚠️⚠️ !!! WARNING 18+ !!! ⚠️⚠️⚠️ Cerita ini mengandung adegan kekerasan dan kata-kata kasar yang mungkin dapat mengganggu kenyamanan. Harap bijak untuk menyikapinya. * * * * * * * * * * * * * * * * * Seperti senja, dia indah Seperti senja, dia menyenangkan Seperti senja, dia hangat Senja membawaku kembali pada hidupku yang sempat hilang. Membuatku berani lagi untuk menatap dunia. Tidak mudah untuk bersamanya. Selalu ada liku untuk menuju kebahagiaan yang sempurna. Cukup begini saja, menyimpanmu dalam hati. Bertahan pada cinta sama saja semakin menyakiti diri sendiri. Mengalah pada cinta bukanlah suatu yang ku harapkan. Cinta itu buta, membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Membuat suatu yang realistis menjadi tidak logis. Apakah kita akan bersama? Aku harap iya. Walau aku harus selalu terluka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines