WHY ALWAYS HIM?

WHY ALWAYS HIM?

  • WpView
    Membaca 5,775
  • WpVote
    Vote 405
  • WpPart
    Bab 43
WpMetadataReadLengkap Sab, Des 16, 2017
" KAPAN TOBAT? " Hanya kalimat itu yang selalu ingin dia tanyakan. " PELAMPIASAN " Hanya kata itu yang menggambarkan dirinya. " TINGGALKAN " Hanya tindakan itu yang harusnya dia lakukan. Berawal dari sebuah perjanjian yang mereka sepakati, maka berawal dari sana pula masalah dimulai. Perjanjian yang memperbolehkan mereka untuk saling berselingkuh satu sama lain. Tanpa ada kata marah, cemburu, ataupun rasa tidak suka. Namun, bagaimana jika saat kita berselingkuh, justru selingkuhan itu lebih baik dari pacar kita? Apakah kita harus meninggalkan pacar kita sendiri agar bisa terus hidup bahagia dengan orang ketiga? ~ Devicha Lorensa Wijaya ~ - Dimas Praditya Sandika -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#60
non-fiction
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DENTING  [Revisi]
  • Gus Fahry
  • ZAHTHAR [END]
  • KHALILA AND OTHERS
  • Om, Ayo Nikah!
  • Asma Cinta, Fathur (SELESAI) REPUBLIS
  • Semerah Warna Cinta [TTS #3 | SELESAI]
  • Untitled:Iridescent | SEKUEL | COMPLETE |

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan