" KAPAN TOBAT? " Hanya kalimat itu yang selalu ingin dia tanyakan.
" PELAMPIASAN " Hanya kata itu yang menggambarkan dirinya.
" TINGGALKAN " Hanya tindakan itu yang harusnya dia lakukan.
Berawal dari sebuah perjanjian yang mereka sepakati, maka berawal dari sana pula masalah dimulai.
Perjanjian yang memperbolehkan mereka untuk saling berselingkuh satu sama lain. Tanpa ada kata marah, cemburu, ataupun rasa tidak suka.
Namun, bagaimana jika saat kita berselingkuh, justru selingkuhan itu lebih baik dari pacar kita?
Apakah kita harus meninggalkan pacar kita sendiri agar bisa terus hidup bahagia dengan orang ketiga?
~ Devicha Lorensa Wijaya ~
- Dimas Praditya Sandika -
"Kalau kamu sayang aku seharusnya kamu ngga bakal sayang sama cewe lain, kan?"
Berawal dari iseng, berakhir dengan duka. Sebuah permainan perasaan yang tumbuh menjadi sesuatu yang lebih dalam, dan tentu merugikan ke-tiga belah pihak.
tidak ada yang benar disini,semua salah, termasuk aku, kamu, dan dia.
kalau saja perasaan dan hatimu tidak buta, kamu pasti tahu aku dan dia mencintaimu sepenuh hati. Tapi nyatanya, kamu hanyalah orang yang benar-banar paham cara menyakiti.
lepaskan dia atau aku?
tidak bisa?
maka lepaskan kami.
" kamu tidak hanya membohongi aku dan
dia tapi kamu juga membohongi
perasaan kamu sendiri, tidak ada
satupun wanita yg mau di cintai oleh
penipu seperti kamu "