We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aku Berbicara kepada Mereka

Aku Berbicara kepada Mereka

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 23, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Di belakangku mereka selalu berkata aku anak yang aneh. Menurut mereka aku sering berbicara sendiri, padahal tidak. Aku berbicara kepada mereka; yang seringkali diabaikan dan biasanya dianggap tidak penting. Aku suka sekali mendengar mereka berbicara. Mereka memberitahuku banyak hal-hal yang tidak kuketahui. Kemarilah! Aku akan menceritakan pembicaraan-pembicaraanku dengan mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • SHORT STORY
  • GORESAN HATI
  • No Longer Mate
  • Kelas A [End]
  • Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END]
  • MY PETERPAN ALEN
  • in ROOM
  • NONE (MAIMUNAH a.k.a MEI)
  • Hantu-Hantu di Tanah Pribumi

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines