Secarik kertas usang

Secarik kertas usang

  • WpView
    Reads 1,102
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Fri, May 31, 2019
Aku mendamba pada sosok bidadari jelita yang amat kucinta, sekali lagi akupun mendamba pada malaikat rupawan yang selalu ada saat beban dipundak ini sangat berat. Kerinduan, yang amat dalam. Namun apa daya ini. Kerinduan hanya tinggal kerinduan. Aku pernah bertanya pada bulan ''apakah, disana kalian merindukanku? '' Ah sudah, jangan mendamba, ikhlaskan saja. Rindumu akan sampai dengan doa. Suara hati mengatakan demikian, baiklah aku akan memulai semuanya dengan ikhlas. Kebahagiaan, aku tak pernah tahu apa hakikat kebahagiaan itu yang sebenarnya? Dimulai dari kehilangan, kehilangan, dan kehilangan. Sampai lupa bagaimana rasa bahagia itu. Pada akhirnya, aku dapat melewati ini semua, karena aku tahu. Inilah salah satu caraNya untuk menjadikan kita manusia yang kuat dan tabah, karena dibalik kesedihan ada kamuflase kebahagiaan didalamnya dan begitupula sebaliknya. Detik ini aku kembali mengingat saat-saat bahagia itu. Bidadari jelita, dan malaikat rupawan yang kudamba dan kurindu. Serta dia yang membuat hari-hari di masa SMA ku berwarna, sehingga aku bisa sedikit merasakan kebahagiaan dan melepaskan sedikit rasa sakit dan kehilangan. Akankah dia akan selama nya membersamaiku? Akankah dia adalah yang paling baik menurutNya untukku?
All Rights Reserved
#649
inspiration
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Restu Tuhan
  • senja di matamu
  • REVANARA
  • When his name is
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Eliinaa

[Revisi jika sudah tamat] Pada dasarnya kita hadir sebagai utusan Tuhan dengan segala skenario yang telah di atur. Untuk menolak saja itu tak akan bisa karena kita hanyalah manusia biasa. Seperti sekarang, dua insan yang telah di uji kesabarannya melalui permasalahan yang telah diberikan oleh Tuhan. Bukan, bukan Tuhan gak sayang dengan umat-Nya, hanya saja Tuhan ingin. Tau seberapa kuat dan tabah ketika Tuhan memberi umat-Nya ujian seperti saat ini. ***** "Gue bukan cewek seperti pada umumnya, gue bukan cewek sempurna, gue cewek yang selalu menyusahkan orang lain, hidup gue selalu ketergantungan pada obat-obatan, hampir seluruh anak nggak ada yang mau berteman sama gue selain ketiga cewek itu, gue punya alasan tersendiri. Lo harus bisa ngerti itu, gue cewek lemah yang hidup gue hanya dalam ambang batas." ~Bellvania "Lo nggak tau apa yang gue rasain, lo nggak pernah ada diposisi gue, gue nggak seberuntung kehidupan lo yang masih ngerasain yang namanya kasih sayang. Lo harusnya bersyukur dengan keluarga lo." ~Adeleo #578 in Teenfiction (260517) #344 in Teenfiction (040119) #277 in Teenfiction (180119) #1 in Tomboygirl (040119) #119 in Fiksi remaja (040119)

More details
WpActionLinkContent Guidelines