The White Alpha

The White Alpha

  • WpView
    Leituras 451,391
  • WpVote
    Votos 23,837
  • WpPart
    Capítulos 29
WpMetadataReadConcluída dom, out 22, 2017
Aku langsung menangis terisak ketika mereka makin mendekatiku. "Kumohon siapa saja tolong aku..... Hiksss.. Hikkksss.... Siapa saja tolong aku...." teriakku dengan terisak. Aku makin menangis sejadi-jadinya ketika serigala itu sudah sangat dekat sekali denganku. Gigi runcingnya mulai menampakkan diri dan siap untuk memakanku hidup-hidup. Akhirnya aku hanya pasrah dengan nasibku ini. Disaat aku sedang menunggu ajalku untuk datang tiba-tiba ada seorang pria yang ku kenal meneriaki namaku.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Soal Rasa 2
  • MASTER ON THE BED
  • Slice Of Life - YiZhan
  • LOVE AND REVENGE (Missing Piece) - VERSI I
  • Axceliam
  • mine
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • IT'S YOU, YOU WANG YEMI! [ END]
  • I Hate But I Love My Mate (END) (EDIT)
  • Boyfie, Boyfie, Come to Me!

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo