
Mencintai itu tak seperti teori, mencintai jauh dari rumus ataupun hafalan. Namun selalu ada ujian yang menghampiri. Aku mencintainya, mencintai orang yang selalu ada di sampingku, sahabatku. Namun aku tak pernah mengatakan apa pun tentang perasaan ini pada siapapun, terkecuali hanya Allah SWT yang mengetahui segala isi hati hambanya. Lambat laun perasaan ini tumbuh subur, bak semak belukar yang mampu tumbuh di mana pun mereka berada. Sejak kecil aku sudah kehilangan kedua orangtuaku, dia berkata sebagai ganti dia yang akan menjagaku. Dia bersikap seolah dia akan selalu ada di sampingku, menemaniku ke mana pun ku ingin, merangkulku di saat ku rapuh, bahkan ia rela menanggung akibat dari kecerobohanku yang tak sengaja memecahkan sebuah guci mahal di ruang guru, ia rela berlari entah berapa kali, aku hitung lebih dari 100 kali putaran, sebuah perbuatan yang membuat rasa ini kian tumbuh dan tumbuh. "Kau pasti lelah, sudah cukup. Aku bisa berlari, kau tak perlu menggantikanku,"Todos los derechos reservados
1 parte