Because Of You (18+)

Because Of You (18+)

  • WpView
    Membaca 101,984
  • WpVote
    Vote 447
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mar 29, 2017
"Dave,sakit!"Ucap Sandra menitikan air matanya ketika Dave merobek selaput darah Sandra dengan miliknya dengan kasar. Ini pertama kali baginya, tapi suaminya tidak melakukan dengan lembut sebagaimana mestinya. Tanpa menghiraukan ucapan wanita dibawahnya Dave segera memaju mundurkan pinggangnya tanpa menghiraukan rintihan Sandra sampai akhirnya Dave mendapatkan pelepasannya didalam rahim Sandra. Ia segera menarik miliknya dan memakai celana dengan cepat. "Jangan harap aku mencintai dan akan memperlakukan kamu dengan lembut Sandra, karena pada dasarnya aku tidak mengharapkan pernikahan denganmu!"Ucap Dave datar sebelum menutup pintu kamar dengan keras membuat Sandra tak kuasa menahan air matanya. "Bukan seperti ini pernikahan yang aku harapkan tuhan"Lirih Sandra. *** Itu sepenggal cerita 'Because Of You' (18+) jadi jangan protes kalau sedikit vulgar.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berlutut atau Memohon ? : Lakukan Keduanya
  • Tenggelam Dalam Dasar [END]
  • AFFAIRE D'AMOUR
  • Istri Cadangan
  • Plot Twist - Hartono's Fam [END]
  • Ku Ingin Kau Kembali
  • 𝘿𝙚𝙨𝙩𝙧𝙪𝙘𝙩𝙞𝙤𝙣 𝙊𝙛 𝙏𝙝𝙚 𝙎𝙞𝙣𝙣𝙚𝙧
  • Istri yang tak di inginkan
  • Cassandra (SUDAH TERBIT)
  • Annalia (Tamat)

"Jangan lakukan ini, jangan lakukan itu" "Jangan sentuh ini, jangan sentuh itu" " Sebenarnya apa yang boleh aku lakukan selain bernafas dirumah ini ", tuturnya yang sudah tak tahan dengan semua larangan itu " Tidak ada ", jawab pria itu datar Delila menghela nafasnya berat " Lebih baik kita bercerai saja ", pinta wanita itu dengan suara rendah yang terdengar getir Suasananya menjadi senyap seketika " Siapa yang memberimu keberanian untuk mengucapkan kata-kata itu? ", tanya Nathan dengan suara rendah dan sorot mata yang menajam

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan