Because Of You (18+)

Because Of You (18+)

  • WpView
    Reads 102,031
  • WpVote
    Votes 447
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 29, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Dave,sakit!"Ucap Sandra menitikan air matanya ketika Dave merobek selaput darah Sandra dengan miliknya dengan kasar. Ini pertama kali baginya, tapi suaminya tidak melakukan dengan lembut sebagaimana mestinya. Tanpa menghiraukan ucapan wanita dibawahnya Dave segera memaju mundurkan pinggangnya tanpa menghiraukan rintihan Sandra sampai akhirnya Dave mendapatkan pelepasannya didalam rahim Sandra. Ia segera menarik miliknya dan memakai celana dengan cepat. "Jangan harap aku mencintai dan akan memperlakukan kamu dengan lembut Sandra, karena pada dasarnya aku tidak mengharapkan pernikahan denganmu!"Ucap Dave datar sebelum menutup pintu kamar dengan keras membuat Sandra tak kuasa menahan air matanya. "Bukan seperti ini pernikahan yang aku harapkan tuhan"Lirih Sandra. *** Itu sepenggal cerita 'Because Of You' (18+) jadi jangan protes kalau sedikit vulgar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rieril
  • 𝘿𝙚𝙨𝙩𝙧𝙪𝙘𝙩𝙞𝙤𝙣 𝙊𝙛 𝙏𝙝𝙚 𝙎𝙞𝙣𝙣𝙚𝙧
  • Let it Flow   (SUDAH TERBIT)
  • BROKEN HEART [END]
  • Cassandra (SUDAH TERBIT)
  • Tell Me Who You Love (Pindah ke Kubaca dan Icannovel)
  • Plot Twist - Hartono's Fam [END]
  • AFFAIRE D'AMOUR
  • Little Fireflies
  • Bad Wedding ( Lengkap Dreame )
Rieril

Menyadari keberadaan Eril, Eyra buru-buru mengusap wajahnya. Eyra kembali menoleh, kini dengan senyum manisnya seakan tidak terjadi apa-apa. "Ngapain?" Tanya Eril yang dijawab gelengan ringan dari Eyra. Eril ikut duduk di samping Eyra "ketahuan banget." Ujarnya lalu menarik Eyra ke dekapannya. "Eril Apa-apaan sih?" Kesal Eyra berusaha melepaskan diri. Bukannya melepaskan, Eril malah semakin mengeratkan pelukannya. "Udah, nangis aja gak ada yang liat juga." Mendengar itu Eyra berdecak "ngapain sih, dateng-dateng malah nyuruh nangis" katanya, kali ini sudah tidak ada penolakan di dalam dekapan Eril. "Gue gak tau masalah lo apa, tapi gue bisa ngerti lo ada masalah" ujarnya menepuk-nepuk bahu Eyra. "Gak usah ngejawab!" Tanpa diminta lagi, tangis Eyra pecah. Eyra menangis bersandar di dada Eril. Gak usah ngira ngira, kisahnya gak semenyedihkan itu kok. Penasaran kelanjutannya? Yok! Ikuti kisah satu ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines