kamu dan secangkir kopi

kamu dan secangkir kopi

  • WpView
    LECTURES 1,069
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Chapitres 18
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., mars 5, 2020
"aku benci kopi, kopi itu pahit." "kopi itu memang pahit, tapi pahit yang menyenangkan." Semuanya dari sudut pandang ku, dan yang tertulis disini adalah cara ku menghargai terhadap hal yang ia lakukan kepada ku. Caranya menatap ku, caranya tersenyum kepada ku, caranya membuat ku jatuh cinta pada alur misterius nya, caranya menceritakan masalalunya dengan senyuman hangat disana, caranya mengajarkan ku arti apa itu mencintai dan apa rasanya dicintai, apa rasanya mempercayai dan dipercayai, apa arti nya mengharapkan dan diharapkan, semuanya. Dan semua berakhir saat ia hilang dari hadapan ku. ©Arthamevia najwa 2016
Tous Droits Réservés
#608
dan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Reason
  • Plan : Make the Tsundere Jealous [KROJAKI & GINSOU]
  • Dua Dalam Secangkir Kopi
  • The Coffee Crush
  • BETWEEN US ➹ Rion Kenzo X Reader.  [𝐒𝐥𝐨𝐰 𝐔𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞]
  • 𓆩𝑴𝒂𝒍���𝒂𝒊𝒌𝒂𝒕 𝑻𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒚𝒂𝒑𓆪
  • Berlari Untuk Menyerah [TERBIT CETAK]
  • Cerita Kopi
  • Cerita Tentang Langit Malam
Reason

"Tak ada alasan yang lebih indah untuk bersama kecuali karena Allah swt." ~Putri maharani~ ___ "Aku tahu, kamu nggak suka kan dijodohin seperti ini?" ucapnya lagi dengan nada sinis."Omong-omong, aku juga." Tambahnya sambil menyesap kopi ditangannya. Rani terdiam. Tersenyum miring mendengar ada nada sinis dalam ucapan pemuda itu."Kamu setuju?" itu pertanyaan yang sejak tadi ingin sekali ia lontarkan pada pemuda didepannya. Ia penasaran, sedikit sih. Ah, sudahlah. Pemuda itu berhenti menyesap kopinya lalu beralih menatap Rani. Yang ditatap terdiam menunggu dengan sabar. "Well, aku setuju." Jawabnya dengan cengiran lebar."Tapi bukan setuju dalam artian aku mau menerima perjodohan ini." Ia memberi jeda lalu meneyesap kopinya untuk yang kesekian kali. Dilihat dari tidak ada hentinya pemuda itu menyesap kopi. Rani dapat menebak bahwa pemuda di depannya ini sangat menyukai kopi sama seperti ayahnya. "Aku setuju usulan Ummi mu tadi, menurutku itu bukan ide yang terlalu buruk. Bisa dicoba." Jawabnya dengan tenang. . . . Putri Maharani. Hidupnya disekelilingi oleh orang-orang yang gagal dalam sebuah pernikahan. Membuatnya jadi membangun benteng kokoh untuk dirinya sendiri agar tidak mudah terjatuh. Lalu bagaimana jika dirinya dijodohkan dengan seorang 'Cowok sombong' yang bahkan sudah sangat dibencinya sejak pertama berjumpa? Mampukah 'si cowok sombong' tersebut merobohkan benteng kokoh yang selama ini telah dibangun oleh Rani dengan susah payah itu? *** Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Mari kita simak bersama-sama dengan menambahkan @Reason kedalam perpustakaan anda;)

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu