kamu dan secangkir kopi

kamu dan secangkir kopi

  • WpView
    Reads 1,070
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 5, 2020
"aku benci kopi, kopi itu pahit." "kopi itu memang pahit, tapi pahit yang menyenangkan." Semuanya dari sudut pandang ku, dan yang tertulis disini adalah cara ku menghargai terhadap hal yang ia lakukan kepada ku. Caranya menatap ku, caranya tersenyum kepada ku, caranya membuat ku jatuh cinta pada alur misterius nya, caranya menceritakan masalalunya dengan senyuman hangat disana, caranya mengajarkan ku arti apa itu mencintai dan apa rasanya dicintai, apa rasanya mempercayai dan dipercayai, apa arti nya mengharapkan dan diharapkan, semuanya. Dan semua berakhir saat ia hilang dari hadapan ku. ©Arthamevia najwa 2016
All Rights Reserved
#339
kopi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berlari Untuk Menyerah [TERBIT CETAK]
  • Elegy
  • Cerita Tentang Langit Malam
  • Reason
  • [Rioncaine]🔞🥀
  • Terima Kasih, Rumah
  • Plan : Make the Tsundere Jealous [KROJAKI & GINSOU]
  • 𓆩𝑴𝒂𝒍𝒂𝒊𝒌𝒂𝒕 𝑻𝒂𝒌 𝒃𝒆𝒓𝒔𝒂𝒚𝒂𝒑𓆪
  • Love Taste Coffee

SEGERA NAIK CETAK Riani dan Danu menganggap bahwa satu sama lain adalah teman minum kopi paling asik yang pernah ditemui. Kopi hitam yang pekat semakin mengikat mereka. Dua insan tak saling kenal bertemu menghabiskan waktu semalamam berharap mampu mengangkat kepahitan. Gejolak rasa mulai muncul namun apakah ada perubahan jika mereka terus berlari untuk menyerah. Danu pernah berkata, "The smell of coffee is almost the same as the smell of love, because love has a taste like the enjoyment of coffee." Sejak saat itu Riani merasa bahwa pria itu menyadarkan bahwa setiap ampas yang tersisa di cangkir menyisakan kenangan yang indah. Dan tentang esensi setiap kup kopi mampu membuka pikiran akan hal besar. Segala kalimat yang tak pernah terucap akhirnya muncul kepermukaan. Kejujuran besar kian terungkap. Masalah demi masalah kian menemukan titik akhir. Hingga tersadar pertemuan singkat itu menyisakan sebuah keputusan besar, untuk memperbaiki yang telah rusak dan menjalani kisah yang mulanya tak diharapkan. Berlari Untuk Menyerah.Copyright©2018-2020. Aila Radit

More details
WpActionLinkContent Guidelines