#22 Lolita (22419)
#21 Lolita (26419)
"Cinta itu seperti hujan, entah kapan datangnya, entah kapan perginya, entah berapa lama bertahannya, entah berapa liter yang ditumpahkannya, tapi menyebar ke semua penduduk Bumi, dan tidak peduli ada yang suka atau tidak, walau bagaimanapun hujan tetaplah hujan, yang menyegarkan."-Rain2017
"Hujan itu seperti cinta, selalu ada moment tersendiri--seperti saat ini, penuh bimbang namun tetap terasa manis, entah kapan berakhirnya kebimbangan ini, bagaimanapun juga cinta tetaplah cinta, yang penuh tanya."-Lolita
"Kenapa hujan datang saat kita berbaikan, dan kemarau datang saat kita bermusuhan?"tanya Lolita.
"Entah, mungkin hujan dateng cuman mau men'cie - cie'kan kita hehehe."
Short story by me, and everything about you..
#988 in SHORT STORY (21/3/2017)
Di bumi manusia itu aneh. Menginginkan hujan, tapi takut kehujanan. Menyukai panas, tapi tidak mau kepanasan. Seperti halnya Rain yang membenci hujan. Karena hujan adalah kebencian dan petir adalah ketakutan. Bukan berarti ia juga menyukai panas. Ia tidak menyukai kedua musim itu di bumi. Jadi, apa yang ia suka? Jawabnya mendung.
Di bumi mendung tercipta karena adanya awan. Nama yang sama seperti sahabatnya. Apa itu artinya Rain juga menyukainya? Tidak! Maksudnya tidak sekedar menyukai, Rain sudah mencintai. Kalau Awan juga menyukai hujan, apa itu artinya Awan menyukai Rain?
===
"Bagaimana hubungan kita ke depan?"
"Jalani saja dulu, semua butuh proses kan?"
"Kalau kita sama-sama bosan?"
"Wajar, nanti juga bosannya hilang."
===
"Harus menunggu sampai kapan biar kamu suka sama aku?"
"Sampai kapanpun kita itu teman."
"Nggak bisa lebih?"
"Bisa. Kita sahabat."
"Bukan itu maksudku. Kalau memang kamu enggak pernah ada rasa kenapa enggan berterus terang? Kenapa membiarkanku larut dalam harapan?"
"Karena berharap membuatmu senang bukan?"
====
25/05/19
01.00am