Love On Diary

Love On Diary

  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 3, 2019
"Kalo lo suka ya bilanglah, jangan sampe nyesel lho, gara-gara gak berani bilang apa yang lo rasain." "Lo pikir nyatain perasaan itu segampang lo nendang bola? Enggak anjir. Ini hati bukan bola yang gampang gelinding saat kita tendang kapan aja. Bahkan, bola yang udah gelinding aja belom tentu masuk ke gawang." *** Ini tentang perasaan cewek bernama Hanna yang sudah memendam rasa sejak awal pertemuan mereka. Rasa takut di anggap murah sebagai cewek, takut di tolak, dan takut di jauhi, menjadi penyebab Hanna enggan mengungkapkan isi hatinya. Lalu, mampukah Hanna menepis rasa yang sudah tenggelam terlalu dalam di hatinya itu? Atau sebaliknya, beranikah Hanna mengungkapkan isi hatinya dan menerima semua risikonya?
All Rights Reserved
#343
diary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Please, Love Me (END)
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Rumah Tanpa Atap
  • Aksara Lingga
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Mencintaimu Dalam Diam
  • Tentang Dirimu yang hilang
  • Memories in Moon
  • Apa Itu Cinta? (Completed)

Sebum mau baca, cuma mau ngingetin di dalam terdapat banyak kejadian yang gak pantas untuk bocil di bawah 17 tahun yee kalau tetep baca gak papa itu hak sih tapi jangan sampai rugi in diri sendiri dan Nola oke CERITA INI DALAM TAHAP REVISI **** Hana rela menikah dengan lelaki yang ayahnya tentukan demi kesembuhan ibunya. Gadis berusia sembilan belas tahun yang baru saja lulus SMA beberapa hari lalu itu pasrah ketika ayahnya menikahkan dirinya demi kepentingan bisnis. Parahnya, suami Hana tidak pernah menyukai Hana dan selalu menyiksa Hana setiap kali lelaki itu kesal dan mengingat pernikahan mereka. Namun, demi ibunya Hana akan terus bersikap selayaknya istri yang baik untuk Askara walau tak pernah di pedulikan oleh lelaki itu. "Momy, Dady, tolong izinkan Hana untuk pergi, tolong, Hana sudah lelah" Selayaknya manusia biasa, Hana juga memiliki batas kesabaran dan dikala dia benar benar tak mampu bertahan lagi, bisakah semesta berpihak kepadanya? "Sesuatu yang sudah berada di tanganku tak bisa seenaknya pergi dariku, Hana. Terlebih kamu membawa semua bagian dari diriku, " Tapi, bagaimana jiga semua yang ternyata berbeda dari apa yang Hana pikirkan selama ini . "Di dunia ini, kita tidak bisa percaya hanya kerena seseorang itu bersikap baik pada kita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines