"Mau lari kemana kau Diena?" seringainya bangga.
Terlalu kaget mendapati tubuhku tengah dipeluk erat Fahmi agar tak lepas, dan Fahmi yang terlalu asyik mendapatiku-si mangsa- yang sudah tertangkap, sehingga kami lupa satu hal.
"Hei gadis bodoh!" suara berat penuh amarah itu membuyarkan keterkejutan kami.
"Apa kau bilang?" sahut Fahmi menaikan oktaf suaranya. Dan kurasakan badanya menegang sedetik setelah mengatakan kalimat itu.
"Aku tak berbicara denganmu. Tetapi dengan gadis kucir kuda ini!" tunjuknya di hadapanku.
Dua bocah kecil terlihat sedang berboncengan naik sepeda dipekarangan rumah, namun sepeda yg mereka naiki melindas batu sehingga mereka berdua terjatuh.
Gadis kecil itu menangis sambil memegangi lututnya yg terluka, anak laki² yg tadi mengendarai sepeda langsung menunjukkan wajah paniknya
"Putri jangan nangis donk, maafin Rama ya gak hati² bawa sepedanya" ucap anak laki² itu, gadis itu tetap menangis kemudian anak laki² itu memeluk gadis kecil tersebut sambil mengelus elus rambutnya
"Jangan nangis lagi Putri, maafin Rama ya?"
karena merasa tenang apabila berada dipelukan anak laki² itu gadis kecil itu akhirnya berhenti menangis
"Rama gak salah kok, Putri nangis karna lutut putri sakit" jawab gadis kecil itu
"Setelah ini Rama janji akan jagain putri, I'll protect you, promise. Skrg ayo Rama bantu berdiri kita obatin sama Mama km ya"
----------------------------
"Terkadang rasa sayang itu ngga bisa lo umpetin selamanya"-DA