prilly's love pendant

prilly's love pendant

  • WpView
    Reads 300
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 15, 2017
Setelah terjatuh dari atap rumah,ali berpisah dengan sepupunya,prilly. Perpisahan selama 10 tahun tersebut membuat mereka canggung saat kembali bertemu.Di mata prilly,ali telah menjelma menjadi pemuda tampan.Namun,prilly tak mampu menjawab saat ali menyatakan cinta padanya. ali pun memilih Fiona,sahabat prilly,sebagai pelarian.Keadaan menjadi kacau ketika Fiona,yang telah menjadi pacar ali memergoki prilly berpelukan dengan ali.Pertengkaran hebat pun terjadi,sampai suatu ketika Fiona diculik!. Sementara itu,prilly bimbang untuk mengembalikan kalung berbandul merpati milik ali yang selama 10 tahun ini disimpannya diam diam.Baginya,melepas kalung itu berarti melepas ali juga. Kini,ali dihadapkan pada dua pilihan:prilly,sepupunya yang cantik dan kaya atau Fiona,anak seorang pelacur yang hidupnya menderita
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bintang Dilangit Senja
  • Not My Mom And Dad
  • BUKTI ✔
  • Ali Alfikri [Selesai]
  • Suatu Hari Nanti
  • Janji Ali Untuk Prilly
  • Ambitions {END}
  • I Feel You Real
  • mulai mencinta
  • (Cinta Dalam Doa 😔) ✔

"kita lempar yaa.. Satu.... Dua.... Tiga...!" Prilly melemparkan botol berisi kertas yang bertuliskan impiannya dimasa depan ke pantai. Aliando memandang Prily, memegang kedua tangannya. Kini dua bola mata mereka saling bertatapan. Dia mau nembak gue, yay!! batin Prily. Jantungnya berdebar kencang, kakinya mulai lemas. Tidak pernah Prily alami hal seperti ini. Prily yang dulu membencinya, kini mulai merasakan hal yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Cinta. Dia mulai menyadari perasaan itu. "Prill.!!" panggilnya. "Iya.." jawab Prily dengan rona mata penuh harap. "Maaf, aku harus pergi." Ali menundukkan wajahnya. Senyum bahagia Prily berubah dengan seketika, dadanya terasa sesak. "Hari ini hari terakhir kita ketemu." Lalu Ali memeluk Prily dengan erat, seolah olah ini begitu berat. "Tapi kenapa?" kata Prily lirih tanpa membalas pelukan Ali. Ali melepas pelukannya dan berlalu pergi. Prily masih diam ditempat memandang kepergian Ali. ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines