Missing Memories

Missing Memories

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 17, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Kalau begitu, kenapa pergi? Kenapa pergi jika masih sayang?" Lelaki itu tertunduk dalam, menata kata-kata untuk dikeluarkan. "Aku tidak mau jadi pengkhianat, Lan.", Adlan seketika menyambar kedua pundak perempuan itu. "Siapa?! Siapa yang kamu khianati itu, San?", Sandra terdiam, menatap air mata yang menetes dari mata tegas Adlan, yang kini terlihat rapuh. Ia tidak tahan lagi. Adlan menyenderkan kepalanya di bahu Sandra. "Kenapa kamu nggak bisa melupakan masa lalumu?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DAISY
  • Resya's Journey Of Life?
  • HALOALKANA
  • The Blooming Lady [completed]
  • Between Us And Her [COMPLETED]
  • DECISION
  • [END] When the Stars are Tired
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • Xless Marriage
DAISY

"Kata orang kamu akan bahagia jika jatuh cinta" "Siapa yang mengatakannya?" *** "Kalau kamu jadi aku, bagaimana kamu akan menghadapinya?" "Jika aku menjadi kamu, aku hanya akan mencintai diriku sendiri" *** "Walaupun tak ada cara lain agar aku bersamamu, walaupun aku tahu kamu melihat ke arah lain, aku tidak bisa melepaskan mu" *** Pada semesta dan isinya. Raina menyerahkan cerita ini. Cerita yang sudah semestinya terus ia jalani itu kini hanya jadi untaian kata-kata saja. Yang bila dijelaskan pun tidak bisa dimengerti. Tentang kebahagiaan yang tinggal separuh. Tentang rasa sakit yang sukar sembuh. Dalam keputusasaan, Raina menatap langit biru sambil tersenyum.

More details
WpActionLinkContent Guidelines