Love In Resolusier

Love In Resolusier

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 21, 2017
Hampir seluruh dunia setiap tahun baru akan membuat resolusi untuk kedepannya, walaupun hal itu berasal dari tradisi orang barat, di timur juga masih bisa kita dapatkan tentang resolusi. Yah, Harapan yang disertai tindakan untuk berubah jadi lebih baik itu resolusi. mungkin harapan juga bagi nyokap gue memberi nama Nadean Janusi Achiera , perempuan dengan harapan yang diberikan dewa keberuntungan tetapi besarnya selalu sial. seperti kesialan nya pada kehidupan cintanya selalu bertepuk sebelah tangan. Dan kesialan lainnya, perempuan yang sering dipanggil achi ini emang selalu suka sial, pendiam sama orang yang dikenal dan tidak ada perlu yang dibicarakan, pemalu dalam artian bukan malu-maluin tapi takut bersitatap dengan orang baru, tapi depan orang yang sudah dikenal beh, anaknya akan berubah 180 derajat. pecicilan. mata nya tajam, suka berimajinasi, tingkat kekepoannya yang tinggi walau begitu dia selalu perhatian dengan sahabat-sahabatnya dan menjadi pendengar setia buat sahabat nya. Yah, anaknya terkenal sial dan ceroboh, saking sial dan cerobohnya ia selalu ikut acara-acara yang berbau dorprize, "katanya sich mencoba keberuntungan" padahal ujung-ujungnya selalu sial, dan ia g akan lupa juga setelah gagal selalu membuat resolusi-resolusi yang tidak jelas dan pada akhirnya resolusinya jauh dari realitanya. Dan kesialan terbesarnya adalah bertemu dengan Reyza Janus Adheni, entah kenapa nama tengah mereka bisa sama dan ditakdirkan bertemu disalah satu acara yang mengadakan dorprize. Dimana, ada salah satu hadiah yang sudah lama diincar sama achi akhirnya jatuh ke tangan cowok yang bermuka sok cool dan misterius itu. sial atau untungkah bertemu reyza,,? apakah Reyza termasuk salah satu resolusi Nadean yang tercapai atau tidak,,,??
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • The Heiress and the Four Brothers
  • ISTRI GEN -Z
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • Ivory Heart
  • PREGNANT [End]☑️
  • Cuek VS Cerewet || Syaqeel [ END - PROSES REVISI ]
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Cold Ceo's Favorite Wife
  • THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?]

Cleo, si 'Ratu' kejam, tidak ada yang mampu menaklukannya. Baginya semua pria kecuali yang berguna baginya adalah kuman yang mengotori jalannya. Bahkan ayahnya pun, ia buat kalah dan menangis pada permainan yang ayahnya atur sendiri. Gadis bar bar yang tidak percaya cinta sampai Zealan, si bocah iblis masuk ke dalam hidupnya lagi dan menariknya dalam perjalanan roller coaster yang melelahkan, namun selalu membuat Cleo penasaran dan tidak bisa menolak. Cleo yang akhirnya mulai tergerak harus menelan pill pahit saat menemukan fakta kenapa zealan mengejarnya. ~🖤~ Kamu... sedikit manipulatif." Cleo memilih kalimatnya dengan hati-hati. Bukannya mengelak atau tersinggung, Zealan malah tersenyum. "Kenapa kakak bisa punya pikiran kaya gitu?" "Karena kamu buat aku berpikir kalau kamu.... Menyukaiku. Cleo hanya bisa menyelesaikan kalimatnya di dalam hati. "Aku apa?" Tanya Zealan dengan nada tenang namun matanya tidak bisa menutupi antusias yang ia rasakan. "Kamu bocah iblis!" Kata Cleo dengan geram. Raut wajah Zealan meredup dengan jawaban asal Cleo. Jelas dia menginginkan jawaban lain dari Cleo. "Bagaimana jika, apa yang kamu pikir itu benar? Apa yang kamu pikirkan tentang aku ke kamu itu benar?" Bisik Zealan di telinga Cleo. "Apa yang akan kamu lakukan, Cleopatra?" ~🖤~ "Kau membuktikan sesuatu padaku. Bahkan ada orang yang bisa lebih brengsek darinya." Suara Cleo bergetar. "Aku membencimu!" Kata Cleo sambil menggretakkan gigi saking geramnya. Satu tetes air mata Cleo mengalir dipipinya. "Lebih dari aku membencinya! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines