Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
MELATI

MELATI

  • WpView
    Membaca 722
  • WpVote
    Vote 19
  • WpPart
    Bab 19
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Okt 27, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, rupanya pintu itu enggak kukunci dengan benar tadi. Melati melongokkan kepalanya ke arahku. Sial, dia melihatku hanya duduk saja di kloset pun masuk dan menghampiriku masih dengan handuk membelit tubuhnya. Melati dengan senyumnya itu tanpa malu menyampirkan handuk di hanger kamar mandi. Membuat mataku enggan berpaling. Memang terlalu sempurna. Mulus nian tanpa cacat cela. Aku terpaku di tempat, hingga Melati membimbingku untuk berdiri. Ia membuka ikat pinggang beserta kancing celanaku. "Kalau mau buang air itu celananya dibuka, Bang," bisik Melati membuat bulu romaku berdiri. "Ups, lebih besar dari yang kubayangkan," pekiknya Karya orisinil.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • METARORI
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Love It's You [COMPLETED]
  • Silent, Please! (Re-up)
  • LOVE LINE
  • Love or Obsession (21+)
  • Not Me & Not Mine
METARORI

"Ketika semua petunjuk mengarah pada kartu, apa yang akan kamu lakukan? tetap mencari atau berdiam diri?" Apa yang akan kamu lakukan jika kamu menemukan sebuah buku asing di meja kerja bosmu? Apa kalian akan mengambilnya? Aku pribadi, akan tetap mengambilnya untuk melihatnya. Aku memang iseng dan tidak sopan sedikit karena ruangan yang sepi dan sifat keingintahuanku yang parah. Aku melihat buku itu, bertuliskan namaku METARORI. Apa segitu suka nya bosku padaku? Aku GR. Halaman-halaman buku terbuka bersama kartu-kartu yang tercecer. Aku mundur, bagaimana bisa buku terbuka sendiri kalau tidak ada angin? Di halaman nama METARORI muncul kembali dengan tinta merah belum kering. Aku menyentuh dan mengendusnya. Tercium bau anyir, darah..?! DARAH…!!” Sampai akhirnya, semua bahaya itu dimulai, bahaya yang menyita waktu, tenaga, bahkan nyawaku…

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan