Dimensi Ke-5 : Area Terlarang

Dimensi Ke-5 : Area Terlarang

  • WpView
    Reads 3,736
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Mon, May 31, 2021
Choi Ken adalah seorang penjelajah waktu. Ginny Mayer seorang Stuntwoman. Keduanya tak sengaja bertemu, saat Gin terseret ke dalam lubang waktu, ketika ia mengejar pencuri uangnya. Yang ternyata juga penjelajah waktu. Teman Ken. Gin mendapati dirinya berada di Korea Selatan di tahun 2023 hanya dengan melintasi sebuah jembatan raya. Kemudian tersesat di Hutan Terlarang. Dan bertemu dirinya sendiri. Dengan kepribadian yang berbanding terbalik.
All Rights Reserved
#19
ken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUR STORY- Choi Beomgyu
  • Meet The Prince
  • Seven Dreamers [NCT DREAM]
  • Indigo Bobrok 2 [END]
  • Awan Hiasan [terbit]
  • Gue Jadi Selir Agung? (Tamat) Belum Direvisi.
  • D-I-M-E-N-S-Y 2030
  • Vhallscavepe: Land of a Million Wonders
  • [✔️] DEFEND LIGHT : portent | PARK JISUNG

Membantu arwah untuk mendapatkan hidupnya kembali? Bukankah itu mustahil? Siapa yang bisa percaya mitos seperti itu? Namun nyatanya hal itulah yang dihadapi oleh Son Hera. Gadis dengan begitu banyak luka batin yang ia kunci rapat rapat di sebalik punggung kecilnya. Berawal dari membelikan si adik Hyejin cincin couple, Hera justru terikat dengan arwah penunggu cincin tersebut. 24 jam sehari arwah tersebut selalu mengikuti Hera ke manapun Hera pergi, membuatnya mau tidak mau harus membantu sang arwah. Dalam perjalanan mencari jawaban, Hera dan arwah dipertemukan oleh Choi Yeonjun, si pemuda penuh mimpi. Perjalanan ketiganya pun dimulai, hal apa saja yang mereka lalui? Apakah mereka mampu bertahan hingga akhir dan mewujudkan harapan masing masing? Peristiwa macam apa yang akan mereka hadapi bertiga? Adakah sesuatu yang menghubungkan mereka? "kamu benar" "hmm? Tentang apa?" "semesta selalu mewujudkan hal yang mustahil dengan cara yang jauh lebih mustahil" "karena itu, jangan khawatir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines