Clementine

Clementine

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 15, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang mahasiswi asal Indonesia, Samantha Agustine yang sedang menempuh pendidikan di Jerman mendadak menemukan fakta jika dirinya hamil. Ia sendiri tak mengerti kenapa dirinya bisa hamil, sementara tak satupun lelaki sedang dikencaninya. Pada saat itu juga hidupnya berubah drastis, harus menanggung malu dimana cemoohan dan hinaan datang bertubi-tubi padanya. Teman baiknya, Stella bahkan juga berubah sikap padanya dan ikut menjauhinya. Samantha merasa sendirian dan ditengah rasa putus asanya ia berniat untuk mengakhiri hidupnya. Namun takdir berkata lain, seorang teman sekampusnya yang juga sebangsa dengannya, Rudi Santoso menggagalkan rencana bunuh dirinya dan membantunya untuk terus bertahan. Sean Fischer, lelaki bengal yang dicurigai Samantha sebagai orang yang bersalah atas kehamilannya jutru tak menggubrisnya saat ia meminta penjelasannya. Dan Pria lain bernama Mark Friedrich seorang duda keren berusia 30an datang dalam hidupnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Retrouvailles
  • The Way Home
  • My Love Kim
  • Anchored In You
  • Last but Not Least
  • A Book Under The Blue Sky
  • CHAIRMATE [DRAMIONE]
  • Di Usia 16(Terbit)
  • Date With Benefit

Samuel menyimpan terlalu banyak luka. Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan. Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta paling menyakitkan dalam hidup Samuel: dia adalah anak dari perempuan yang menghancurkan keluarganya. Dan dari situlah semuanya dimulai-kekacauan, luka-luka lama yang terbuka lagi, hingga pilihan-pilihan pahit yang harus diambil. Dendam membuat Samuel mendekat. Tapi rasa bersalah justru tumbuh bersamaan dengan rasa lain yang tak ia pahami. Semuanya semakin rumit saat Lyodra menunjukkan dua garis merah di testpack miliknya. "Lo hamil, kan?" tanya Samuel. Lyodra tak sanggup menjawab, hanya menatap nanar testpack di pangkuannya-benda yang seharusnya sudah ia buang sejak dulu. Tapi hasilnya tetap sama. Masih ada kehidupan kecil di dalam dirinya. "Gugurin," ucap Samuel dingin. "Gue punya kenalan dokter. Besok sepulang sekolah kita ke sana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines