The Different Love

The Different Love

  • WpView
    Reads 1,942
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 16, 2017
Akhirnya aku mendapatkan izin dari ayahku untuk turun ke bumi. Tentu aku sangat senang karena aku akan bertemu banyak manusia. Setelah menunggu setelah 10 tahun lamanya. Ya, kini aku sudah berumur 10 tahun dan aku di izinkan untuk turun ke bumi yah walaupun harus ditemani para pengawal, aku seorang putri dari kerajaan malaikat tentu dimana-mana pasti ada pengawal. Dibumi aku bertemu dengan seorang anak laki-laki yang aku perkirakan dia sebaya denganku. Dan mungkin aku jatuh cinta padanya. Meskipun aku masih berusia anak-anak. Tetapi entah mengapa aku sangat menyukainya. Ketika aku pulang ke langit dan aku bercerita pada orang tuaku bahwa aku jatuh cinta padanya. Ayahku sangat melarangku untuk menemuinya kembali. Dan sejak saat itu akupun dilarang untuk turun ke dunia manusia lagi. Aku tak tau mengapa ayahku seperti itu. Akan kah ada masalah yang begitu besar hingga aku dilarang bertemu dengannya lagi? Atau hanya karena dia manusia? Tentu saja tidak bahkan dulu nenek moyangku ada yang pernah menikah dengan manusia. Lalu kenapa? Apa masalahnya? Bagaimana dengan perasaanku ini?
All Rights Reserved
#5
glad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Violet
  • Villain Also Has A Reason [END]
  •  HAZELA
  • The Essence Of The World : Thunderstorm (Book 1)
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • My Heart Boat
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Dark Angel
  • Titik di Bagian Koma
Violet

Wanita cantik, anggun dan mempunyai rambut hitam panjang yang indah itu mengulurkan tangannya padaku. Aku yang masih dalam mode terkejut dengan mulut yang sedikit terbuka secara perlahan ikut mengulurkan tanganku, menyambut uluran tangan Angel. "Mulai hari ini, Angel akan tinggal di sini." Suara bass dari laki-laki di belakang Angel menghentakku ke dunia nyata. "Kau lapar? Kita makan di luar?" Kembali laki-laki itu mengeluarkan suaranya, yang kali ini di tunjukkan pada Angel. "Tentu saja." Dengan senyum merekah sepasang insan itu berbalik memunggungiku dan tak menghiraukanku. Mereka kembali menuju pintu utama apartemen setelah sebelumnya pria itu meninggalkan barang-barang Angel di dekat kursi tamu. Suara pintu yang tertutup seakan menampar keras diriku, sehingga tanpa sadar air mataku diam-diam menetes luruh membasahi pipi. Jadi sekarang bahkan wanita itu akan tinggal di sini? Bersama aku dan suamiku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines