Rashita.

Rashita.

  • WpView
    Reads 336,304
  • WpVote
    Votes 19,408
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 5, 2019
"Anindhita bukan cantik, tapi dia manis. Anindhita bukan pintar, tapi dia rajin. Anindhita bukan cewek 'wah', tapi dia sederhana. Anindhita bukan pecinta kpop, tapi pecinta bahkan pecandu Baymax. Dan Anindhita beda dari yang lain." -Raskal Vardhana. "Raskal bukan bodoh, tapi dia malas. Raskal bukan suka nyari ribut, tapi suka ngangenin. Raskal memang badboy, tapi dia bukan playboy. Dan Raskal memang badboy saat dia gak disamping gue, tapi saat di samping gue dia selalu mencoba menjadi goodboy" -Anindhita Salsabila. Dan ini bukan cerita seperti Nathan yang selalu mendekati Salma. Bukan Dilan yang selalu menuliskan kata indah menyihir hati untuk Milea. Bukan Rolandara yang somplak. Tapi, ini adalah Rashita, Raskal Anindhita. Pasangan yang saling melengkapi. Melengkapi hanya dengan kesederhanaan kasih sayang dan cinta. Bukan dengan harta, uang, dan lainnya yang berkaitan dengan materi.
All Rights Reserved
#251
hidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • Markxelio
  • RAKASYA [TERBIT]
  • MOST WANTED VS GIRL AKHLAKLESS
  • RADDAR💑
  • DAKSA [END]
  • Deru Tresna Aruna
  • Lagu untuk Nada [COMPLETED]
  • Sakura✔️
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines