Semua orang mengira pernikahan mereka adalah takdir. Padahal, pernikahan itu terjadi karena sebuah kesalahpahaman yang mengubah hidup mereka selamanya. Gerlan tidak pernah menyukai Lura. Gadis itu terlalu keras kepala, terlalu berisik, dan selalu berhasil membuat emosinya naik turun. Sementara bagi Lura, Gerlan adalah laki-laki paling menyebalkan yang pernah ia kenal-terlalu ikut campur, terlalu mengatur, dan selalu merasa dirinya benar. Dipaksa terikat dalam sebuah pernikahan yang tak pernah mereka inginkan, hari-hari mereka berubah menjadi perang tanpa henti. Mereka saling menyalahkan, saling menyakiti, dan sama-sama yakin bahwa perceraian hanyalah soal waktu. Namun, di balik semua kebencian itu, Lura menyimpan sebuah rahasia yang bahkan Gerlan tak pernah curigai. Rahasia yang membuatnya terus mendorong pria itu menjauh, meski diam-diam berharap waktu berjalan lebih lambat setiap kali mereka bersama. Sebab terkadang, keinginan yang paling sederhana justru menjadi yang paling mustahil untuk dipertahankan. Dan tidak semua harapan ditulis untuk diwujudkan. Ada yang hanya ditulis... agar tidak pernah dilupakan.
More details