Angel's Wings

Angel's Wings

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 11, 2017
Kara merasa senang sekaligus sakit yang teramat dalam ketika tahu orang yang dicintainya dijodohkan dengannya. Masalahnya adalah, laki-laki itu tidak mencintainya. Gannon, laki laki yang akan menikah dengan Kara, berusaha untuk tidak menyakiti siapa pun saat ini. Ia tahu Kara mendalami hatinya yang ternyata mencintai wanita lain, Monica. Di hari pernikahan mereka, Kara memutuskan untuk melarikan diri, ia ingin membuat orang yang dicintainya bahagia. Namun, yang didapati Gannon justrulah kesedihan. Kesedihan apa? Karena Kara-kah? Atau Monica? "Tidak ada yang salah, tidak ada yang jahat, hanya keadaan yang tengah mengujiku saat ini.." "Kini, aku harus bersabar, berlapang dan berbesar hati" ============================ Cerita ini didedikasikan untuk para readers yang berkepribadian melankolis, alias suka yang sedih sedih gitu, kalo aku nyebutnya sih Dark Romance. Tapi yang gak melankolis juga boleh banget kok baca. Cekidot..!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Injurious [Revision]
  • Benci And Cinta (On Going)
  • The Demon She Loves
  • My Perfect Doll
  • Kenanglah Aku Sebagai Orang Jahat
  • LEGAWA
  • No Cerai No Pisah!
  • Repihan Rasa (Selesai)
  • MY HOUSEMAID [COMPLICATED]

Semua orang mengira pernikahan mereka adalah takdir. Padahal, pernikahan itu terjadi karena sebuah kesalahpahaman yang mengubah hidup mereka selamanya. Gerlan tidak pernah menyukai Lura. Gadis itu terlalu keras kepala, terlalu berisik, dan selalu berhasil membuat emosinya naik turun. Sementara bagi Lura, Gerlan adalah laki-laki paling menyebalkan yang pernah ia kenal-terlalu ikut campur, terlalu mengatur, dan selalu merasa dirinya benar. Dipaksa terikat dalam sebuah pernikahan yang tak pernah mereka inginkan, hari-hari mereka berubah menjadi perang tanpa henti. Mereka saling menyalahkan, saling menyakiti, dan sama-sama yakin bahwa perceraian hanyalah soal waktu. Namun, di balik semua kebencian itu, Lura menyimpan sebuah rahasia yang bahkan Gerlan tak pernah curigai. Rahasia yang membuatnya terus mendorong pria itu menjauh, meski diam-diam berharap waktu berjalan lebih lambat setiap kali mereka bersama. Sebab terkadang, keinginan yang paling sederhana justru menjadi yang paling mustahil untuk dipertahankan. Dan tidak semua harapan ditulis untuk diwujudkan. Ada yang hanya ditulis... agar tidak pernah dilupakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines