The Book [COMPLETED]

The Book [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 27,067
  • WpVote
    Votes 575
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 14, 2019
Elizabeth baru saja mendapat sebuah 'hadiah' istimewa ketika dia sedang berada di perpustakaan bersama temannya, Samantha. Tidak pernah terlintas dalam benaknya ketika dia mengetahui bahwa hadiah itu akan mengubah hidupnya selamanya. Mengorbankan masa remajanya di sekolah bersama teman-temannya, dan tentu saja bersama keluarganya. Terjebak di dalam dunia yang sama sekali tidak pernah terpikirkan olehnya membuatnya menjadi gadis tangguh yang siap bertempur bersama teman-teman barunya.
All Rights Reserved
#309
pangeran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ternyata Kamu
  • The Siblings Vampire
  • The Savior of the Magic World "Crystal Academy" (END) [SDH PERNAH TERBIT]
  • THE KING'S SCANDAL
  • I Became The Devil's Wife
  • Wasted Princess [On Going]
  • OBSESSED MALE LEAD
  • Bound to the Duke [END]
  • The Secret Kingdom [END]

[ S E L E S A I ] Tahun ini adalah tahun kelulusannya dari bangku Sekolah Menengah Pertama. Karena itulah, sekarang ia berada didepan gerbang Sma Pancasila dengan seragam barunya, putih abu-abu. Setelah 3 hari sebelumnya mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa. "Bismillah." lirihnya. Ia mulai melangkah melewati gerbang lalu menuju mading yang sangat penuh dengan anak-anak baru seperti dirinya. Tujuan mereka sama, ingin melihat nama mereka tertera dikelas mana. Karena pengumuman kelas memang dipasang dimading. Ia berdesakan dengan murid lainnya. Menyelipkan tubuh kurusnya hingga berada tepat didepan mading. Ia mulai menunjuk dengan jarinya, kertas pengumuman dari kelas X-1 dan tersenyum tipis saat melihat nama salah satu sahabatnya tertera di absen ke 10. Lala Shabila. Lalu ia mulai memperhatikan lagi hingga telunjuknya berhenti tepat diabsen ke 15. Putri Olivia W. Ia mengucap syukur didalam hati. Kemudian gerombolan dimading yang semula berisik menjadi hening membuat Oliv heran lalu membalikkan badannya. Ternyata mereka hening karena sedang memberi jalan untuk para senior yang terkenal dengan kenakalannya. Oliv heran, orang seperti mereka buat apa disegani sampai segitunya? Yang lain mundur layaknya mempersilahkan pangeran lewat. Berbeda dengan Oliv yang melipat kedua tangannya lalu menatap dingin ke senior yang berjalan paling depan. Merasa tidak dihormati, cowok itu melangkah dan berhenti tepat didepan Oliv. "Lo siapa berani ngehalangin jalan gue?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines