Hujan Bulan Desember

Hujan Bulan Desember

  • WpView
    Reads 2,889
  • WpVote
    Votes 272
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 3, 2020
Menjadi seorang nomad bukanlah tujuan hidup Andreas Hestamma. Setelah sekian lama berpindah tempat tinggal dari satu kota ke kota lain, dari satu negara ke negara lain, ia akhirnya kembali menginjakkan kakinya lagi di Indonesia, tepat pada musim hujan di awal bulan Desember. Selama ini hidupnya hanyalah pelarian. Dan hujan di bulan Desember selalu berarti dua hal baginya, air dan kenangan. Kenangan akan seseorang yang menjadi alasan pelariannya.
All Rights Reserved
#360
memory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE RAIN NEVER ASKED WHY (TAMAT)
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Tarian Musim Hujan
  • Peluk Luka Hujan
  • Rainfall✔[Completed]
  • Remember Me
  • HUJAN TERAKHIR YANG MEMBAWAMU PERGI
  • Bukan Salahnya Hujan (Completed)

Kehidupan itu seperti hujan, datang dan pergi tanpa permisi. Ia tak pernah bertanya, "Kenapa?" Banyak manusia yang memilih berhenti bertanya, karena mereka tahu, terkadang rasa sakit memang tidak perlu dicari alasannya. Ia hanya ada, mengalir, dan meninggalkan bekas yang tak bisa dihapus. The Rain Never Asked Why mengisahkan perjalanan seorang individu dalam mencari jati diri, cinta, dan arah hidup. Dalam setiap pertemuan, ada yang datang hanya untuk mengajarkan kita tentang kehilangan, dan ada pula yang datang untuk memberi harapan baru. Namun, manusia datang dan pergi, seperti hujan yang tak pernah berhenti turun. Ada kalanya kita hanya perlu mengikhlaskan kepergian, agar bisa membuka diri untuk orang-orang baru yang akan datang dalam hidup kita. Begitu seterusnya, pola yang berulang, namun selalu membawa pelajaran yang berbeda. Tak ada yang tahu kapan atau di mana pertemuan akan dimulai-seperti hujan yang turun tanpa peringatan. Semua datang silih berganti, meninggalkan jejak yang terkadang sulit dipahami. Namun, yang bisa kita lakukan adalah menerima, tanpa bertanya kenapa. Karena hidup, seperti hujan, mengalir dengan caranya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines