Puisi : Takdir Hati

Puisi : Takdir Hati

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 16, 2017
Aku bahagia bersamamu... Hati yang kerap kali menari. Menari dengan tarian happy. Hati yang kerap kali menyanyi. Menyanyi dengan lirik namamu yang melekat pada hati. Namun.. Aku tersadar pada lamunan itu. Itu masa lalu! Yaa masa lalu. Dulu aku bagaikan kemilau indah dimatamu. Dulu namaku selalu terpatri kuat pada hatimu, begitupun aku. Namamu yang terlukis pada hati ini, tidak lain itu kamu! Yaa hanya kamu. Tapi kini.... Tidak untuk kamu. Ada nama lain yang terukir lebih indah dalam hatimu. Aku tau... Aku membaca tatapan itu. Tatapan yang selalu berpaling dari ketulusan. Tatapan yang kerap kali menjauh. Menjauh dan semakinn menjauh. Aku paham isyarat itu. Aku mengerti semua itu. Hatiku seperti tertikam panah berduri. Perih... Terlalu perih... Aku berteman dalam lamunan dan tanya. Tegakah kau pada kenangan panjang yang telah kita lalui? Tapi biarlah... Biar relaku mengalir Biar ikhlasku menjadi tabir Biar perihku mencair Sadarku, ini adalah takdir Biarlah.. Karena aku, punya Ilahi yang menguatkan hati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • di akhir perang
  • My Quuen is Bad Gril
  • My Diary
  • After My Prayed
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • KHALISA🖤
  • "SEBUAH RASA" (AliandoPrilly)
  • ALONE

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

More details
WpActionLinkContent Guidelines