Story cover for Zan!  by Cahya_widya
Zan!
  • WpView
    Reads 668
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 668
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 16, 2017
Zahra atau Zan adalah gadis yang kabur bersama Petra. Keduanya berusaha mengubur masalalu kelam yang mereka hadapi. Ikatan yang cukup rumit terjalin di antara mereka. Persahabatan, percintaan. Hubungan masa lalu, kejadian yang sedang terjadi selalu menjadi pemicu akan terdaftarnya masalah baru yang akan muncul. Zan yang memiliki tekad untuk selaku mencintai masa lalu nya. Petra yang mencoba bertahan dengan rasa sakit. Roy, lelaki masalalu dari mereka yang menjadi masalah karena ketidaktahuannya. 


+++


Apa salah jika rasa ini tidak bisa hilang. Rasa suka kepadanya. Tapi benarkah ini cinta atau hanya kagum semata. Apa malah rasa sayang ku padamulah arti cinta yang sesungguhnya. -Zan. 

Rasa juga luka. Maaf, bolehkah ku mencintaimu. Tidak perlu kau tahu. Cukup aku yakin bahwa kau tak akan meninggalkanku. -Petra. 

Maaf, akulah celah keraguanmu. Akulah penyebab keretakan pada dinding yang kalian bangun. Aku hanya ingin egois sesaat. Tapi keegoisanku ini lah yang menghancurkan kalian. -Roy

#1 dalam 17th (29-08-2018)
All Rights Reserved
Sign up to add Zan! to your library and receive updates
or
#8zan
Content Guidelines
You may also like
LDR (Logika Dalam Rasa)  by akabahayato
12 parts Complete
(19+) Ini bukan tentang kisah cinta jarak jauh, melainkan tentang logika dalam mencintai. *** Shanaya Kaifa adalah pelajar muda yang sangat giat juga tekun dalam belajar. Tergila-gila pada novel dan mengidolakan seorang penulis terkenal. Sekilas, hidupnya terlihat indah serta normal, akan tetapi, banyak luka dan penderitaan yang dia tangung seorang diri. Hingga takdir menyeretnya untuk bertemu dengan sang idola, awalnya ia sangat senang, sebelum berubah sedih karena semua hal tak seindah yang dibayangkan. Dia pergi, mengubur semua mimpinya serta kembali pada kenyataan. Memilih giat belajar dan bekerja keras guna mewujudkan tujuannya sendiri. Melupakan hal yang sedari awal menjadi cita-citanya. # Mobil yang dikendarai Axel melaju kencang di jalan raya. Tidak peduli hujan deras dan jalanan licin tetap terus menambah kecepatan, bahkan beberapa kali menerobos lampu merah demi segera tiba di tempat tujuan. Hingga pada perempatan lampu merah muncul sebuah truk berkecepatan tinggi. Axel kaget, menekan pedal rem sekuat tenaga agar terhindar dari kecelakaan. Mengakibatkan mobilnya tergelincir serta berguling di aspal sebelum terbalik. Sedangkan kondisinya terluka parah dengan sekujur badan berlumuran darah. Bruuk ... druaak ... duaar Kepala Axel terasa sangat sakit, pandangan matanya kabur dengan kondisi badan tak dapat bergerak. Ia mencoba berteriak meminta pertolongan, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan. Hanya mampu merintih pelan, berharap masih memiliki kesempatan untuk berjumpa dan meminta maaf pada kekasihnya. "Shanaya ... maafkan aku." Sesudah itu semuanya menjadi gelap. Axel kehilangan kesadaran dan mengalami pendarahan hebat pada beberapa anggota badan.
You may also like
Slide 1 of 10
Lantas (END) cover
AGASKAR [[ SUDAH TERBIT ]] cover
Hitam Putih Abu-Abu [completed] cover
I'm Done [End] cover
LDR (Logika Dalam Rasa)  cover
ZahRaihan [TAMAT] ✓ cover
Dear Heartbeat [COMPLETED] cover
ALGRAREZ || The Devil Husband cover
AGASKAR 2 [[ SUDAH TERBIT ]] cover
NANGALA  cover

Lantas (END)

48 parts Complete

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."