Seyoung (The Half-blood Prince)

Seyoung (The Half-blood Prince)

  • WpView
    Reads 2,778
  • WpVote
    Votes 508
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing1h 57m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 24, 2017
{masa Revisi# Dia adalah pangeran. Tidak. Dia adalah Iblis. Ya. Dia adalah rubah putih dengan ekor berjumlah sembilan. Darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah seekor rubah, bukan manusia !! Siapa yang ingin berdekatan dengan iblis ? Tidak ada yang ingin bukan ? Bahkan sang ayah pun mengasingkan dia ke hutan selama dua puluh tahun. Tidak sampai disana. Takdir sepertinya sedang ingin bermain-main dengan Seyoung yang akhirnya kembali lagi ke istana. Kehidupannya berubah lebih menyakitkan dengan orang-orang yang menganggapnyangeran iblis menakutkan. Maka Seyoung harus bertahan dengan hatinya yang sudah tidak utuh lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Wajah Bumi
  • The Serpent's Enigma
  • Beyond the King's Gate
  • Asmaraloka Saptakāla [COMPLETED STORY]
  • Red Thread Of Fate ★ COMPLETE
  • THE HEARTS REAWAKENING
  • A Red Rose
  • Mutiara ✔ [Completed]
  • MILIK MEGAT ZILL QAYYUM (TERBIT)
  • Why we met ? : Question

Demi menyelamatkan peradaban dunia di masa depan, Gabriel-untuk memenuhi permintaan terakhir ayahnya-melakukan perjalanan waktu ke masa lalu. Ia harus mempelajari bagaimana pria dan wanita hidup berdampingan di masa itu. Gabriel yang terdampar di masa lalu, bertemu dengan seorang gadis yang menyelamatkan hidupnya, bernama Pita. Berawal dari rasa takut yang teramat sangat pada sosok yang ia temui, Gabriel akhirnya belajar bahwa ada hal lain yang lebih kuat dari benci. Sesuatu yang bernama cinta. Sayangnya ketika perasaan itu tumbuh semakin kuat, Gabriel malah dihadapkan dengan dua pilihan. Gadis itu atau Bumi? Tidak ada cinta tanpa patah hati. Tidak ada pilihan tanpa resiko. Yang datang pada akhirnya harus pergi. Pertanyaan terbesar dalam hidup Gabriel pun terjawab sudah. "Dimanakah ujung sebuah benci?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines