We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tentang Allah,

Tentang Allah,

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 20, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Bukan Aku ,dan Kamu Aku. Insan yang sedang merasa gelisah tentang suatu rasa yang diam-diam mengintip keluar dari lubang hatiku. Rasa itu keluar dari persembunyiannya, Kamu. Hey, kau juga seorang insan. Insan yang sedang menyempurnakan diri tuk menerima rasa yang kini mulai muncul di relung hati dan otakmu, Namun. Dia. Dialah yang mengeluarkan rasa di hatiku dan di hatimu. Haha .Dialah sebaik-baiknya mak comblang ... dan tanpa Dia, aku dan kamu hanya sekumpulan sel-sel hidup yang berkoordinasi dan bergerak sendiri-sendiri kemanapun dan kapanpun, tanpa arah.... dan tujuan.... Kumohon, Teruslah bersama kami,,
All Rights Reserved
#81
feel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • U are
  • Melepas Cinta
  • You, Hope, and Memories
  • Love and confidential
  • DikaRanggi
  • Till I Meet You
  • Belong To Me

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines