Bukan Aku ,dan Kamu
Aku. Insan yang sedang merasa gelisah tentang suatu rasa yang diam-diam mengintip keluar dari lubang hatiku. Rasa itu keluar dari persembunyiannya,
Kamu. Hey, kau juga seorang insan. Insan yang sedang menyempurnakan diri tuk menerima rasa yang kini mulai muncul di relung hati dan otakmu,
Namun. Dia. Dialah yang mengeluarkan rasa di hatiku dan di hatimu. Haha .Dialah sebaik-baiknya mak comblang ...
dan tanpa Dia, aku dan kamu hanya sekumpulan sel-sel hidup yang berkoordinasi dan bergerak sendiri-sendiri kemanapun dan kapanpun,
tanpa arah....
dan tujuan....
Kumohon,
Teruslah bersama kami,,
Perasaan itu terus membelenggu. Perasaan yang aku pikir bernama cinta, terasa lelah karena telah menunggu tujuh tahun lamanya. Raka sahabat kecilku, dia yang kutunggu.
Dia yang hadir, terasa menyenangkan, dia yang hadir sebagai penolong disetiap mataku tertutup.
Dia Raihan.
Bodoh, karena aku telah menyakitinya. Bodoh karena setelah aku menyakitinya, aku sadar dia yang aku cintai.
Ya laki-laki yang aku cintai. Adalah orang yang pertama Kali mengucapkan selamat atas resminya aku menjadi pacar orang lain.
Dan aku lupa tentang diriku. Aku yang tidak bisa berlama-lama bersama mereka, seharusnya aku mengingat itu sejak awal. Dan seharusnya aku tidak mengenal cinta, karena aku tahu. Aku tidak akan lama.