bahasa bulan

bahasa bulan

  • WpView
    Reads 823
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 15, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
Dan disaat itulah awal bagaimana Allah menguji perasaan hambanya untuknya. Disaat itulah awal bagaimana seorang manusia akan menepati janjinya mengabdian kepada pencipta semesta alam atau malah berbentuk mengingkaran. Disaat itulah Allah benar benar menguji seberapa sabar, syukur dan ikhlasnya seorang hamba terhadap ujiannya dan janji yang melekat dalam setiap deru nafasnya. -Author : Bahasa bulan. Cover by : nuzululfarikhah (thanks)😊
All Rights Reserved
#24
ukhti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN PILIHAN KU
  • AMIRA AZZAHRA  [RE-PUBLISH]
  • La Tahzan
  • Senja Yang Terlukis Di Doamu [ON GOING]
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Cinta dari Allah [TERBIT]
  • Lentera Malam
  • Jarak Dan Waktu (TERBIT)
  • Raden Aluna | END

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

More details
WpActionLinkContent Guidelines