Story cover for sebentar saja by vicaap
sebentar saja
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 17, 2017
Tentang seseorang yang menyesal ketika dia diminta oleh seseorang yang ingin menjadikan dia teman hidupnya. Seseorang yang dengan begitu mudahnya menolak ajakan yang akan membawa dia ke surga.

Dia hanya butuh seseorang itu untuk kembali meminta nya sebagai teman hidupnya. Dia hanya butuh seseorang itu untuk membawanya ke surga.

Kenyataan nya seseorang itu sudah bahagia dengan surga yang lain. Surga yang mungkin lebih indah dari surga seseorang yang menolaknya.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add sebentar saja to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Erlangga cover
If I were You cover
Cinta Monyet Bukan Monyet #CMBM cover
kepercayaan cover
Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete) cover
Ada cinta dibalik hujan turun cover
Langit & Bumi (REVISI) cover
Meet Again ; Ketika Kisah Belum Usai [End✓] cover
Langit juga anak ayah | Tamat cover
Langit Artharendra  cover

Erlangga

7 parts Complete

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?