Return
  • WpView
    Reads 1,421
  • WpVote
    Votes 413
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 16, 2017
Cerita ini memang mainstream, ya saya hanya mengaplikasikan saja pengandaian dalam otak. Berawal dari pertolongan Gaven si cowok gletser kepada Kira, hingga Kira bingung akan pertolongan Gaven yang tidak di sengaja membuat Kira ingin berkata "terima kasih", Gaven selalu mengabaikannya. Disitu kira terus saja ngejar Gaven hingga kira mulai memendam rasa. Mungkinkah kira sempat mengutarakan rasa "terima kasih" dan bisakah ia mengutarakan perasaan yang sedang ia pendam?
All Rights Reserved
#4
gaven
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban Ghosting
  • candy or you?
  • KEYNANDO™ ✔
  • Obsessi Boyfriend
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • DAVIN
  • Transmigrasi : Gua bukan Gay (TAMAT)

Catatan Gen Z yang Pernah di-Ghosting Dalam balutan tawa getir dan air mata jenaka, buku ini menyajikan kisah seorang Gen Z yang merasakan pedihnya ghosting-satu notifikasi terakhir "Otw yaa hehe" yang menjadi awal sunyi tak berujung. Lewat 20 bab ini, pembaca akan diajak menyusuri jalan absurd penuh overthinking, chat yang dihapus tapi disimpan dalam folder "Babi Lucu," hingga terjun bebas ke dunia tarot dan aplikasi dating yang lebih mirip wahana uji mental. Tidak sampai di situ, sang tokoh utama pun terus mencari validasi dengan curhat ke sahabat, nonton drama Korea, bahkan sampai ngeluh ke Ai, tetapi ia sama sekali tidak merasakan kelegaan di dalam hatinya. Hingga akhirnya suatu hari ia menemukan cermin kehidupan saat bertemu nenek penjual jajanan di tengah kemacetan. Di sanalah kesadarannya mulai tumbuh: bahwa kehilangan cinta tak sebanding dengan kehilangan arah hidup. Dibalut dengan gaya penulisan yang satir, penuh punchline tapi tetap menyentuh, Catatan Gen Z yang Pernah di-Ghosting bukan hanya kisah patah hati, tapi juga perjalanan menjadi lebih dewasa dengan cara paling ngenes namun manusiawi. Untuk siapa pun yang pernah merasa "kok gue doang yang berjuang," buku ini akan memelukmu sambil bilang, "Tenang, kamu nggak sendirian." Siap-siap tertawa, tersentuh, dan mungkin... move on.

More details
WpActionLinkContent Guidelines