Kenangan Setelah Hujan

Kenangan Setelah Hujan

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 26, 2018
Ada bahagia setelah tangis, namun tak dapat dipungkiri, masih ada sesak menyertainya... sama seperti hujan, kadang menyisakan pelangi seusai derasnya, namun juga masih membekaskan genangan air selepas badainya... kisah antara Airin yang simpel, namun mengenai urusan cinta, dia termasuk kategori cewek yang cukup rumit. Rumit dalam segala hal, hingga akhirnya dipertemukan dengan seorang cowok yang cukup terkenal dikampusnya bernama Galang. Semoga kisah ini bisa bikin baper, dan jadi motivasi tersendiri bagi kalian para readers dalam menjalani hubungan cinta kalian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruang ; Kursi dan jendela
  • Lonely? No More!!!
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Someone Love Me (END)
  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  •  STAY WITH ME
  • BETWEEN ME AND HIM
  • Dia Sahabat Kakakku (Tamat)
  • Whispering Love (In A Pretty Night Sky)
  • LANGIT & BULAN

Tolong! Rubiana Mentari tertimbun tanah galiannya sendiri setelah membuat ulah dengan Tuan muda Arkaish Dewanggala, the one and only, bujang idaman kaum sosialita yang berdarah ningrat dan hobi gonta-ganti perempuan! Awalnya, Bia cuma ingin mengacaukan rencana perjodohan kakak tirinya, Jistara, dengan cara mencium Arkaish didepan umum, lalu mengaku cinta setengah mati dengan lelaki buaya yang hobi membuat Bia mual itu! Dia cuma ingin membuat kakak tiri dan juga Papinya malu! Nggak lebih! Ini semacam aksi balas dendam dadakan dan super nekat! Dan, ya. Memang betul setelahnya, rencana perjodohan Jistara gagal total. Bia puas sekali melihat Jistara si anak manja menangis sesenggukan karena lelaki idamannya di sosor duluan. Tapi, hidup Bia juga ikut amburadul! Ya ampun! "Kalau begitu, kita jodohkan saja mereka." T-tunggu. Tunggu dulu! Siapa yang akan di jodohkan dengan siapa?! "Kalian bersedia, kan?" Apa?! K-kenapa ... Semua orang menatapnya begitu?! "S-saya--" "Kami memang memutuskan untuk pacaran." Hah?! Bia menoleh. Menatap si brengsek yang sedang tersenyum tipis sambil melanjutkan. "Kami akan saling mengenal dulu. Iya, kan?" Lelaki itu menggenggam tangannya lantas tersenyum lagi. HARUSNYA TIDAK BEGINI! Tidak! Ini tidak benar! Baik. Tenang, Bia. Tenang. Jangan panik! Mari kita cari solusinya. Pertama-tama, tarik napas panjang lalu hembuskan perlahan. Ya, bagus. Tujuannya sekarang sudah jelas ; Bia akan menyusun beribu rencana agar lelaki itu muak dengannya lalu memutuskan hubungan secepat mungkin. Itu mudah! Bia pasti bisa melakukannya! Warning : sepuluh part terakhir sudah di hapus. Silahkan dibaca di karyakarsa. Terimakasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines