Buku Stories

Refine by tag:
buku
WpAddyasin
WpAddcetak
WpAddharga
WpAddkeuangan
WpAddbandung
WpAddpercetakan
WpAddmanajemen
WpAddonline
WpAddmurah
WpAddpengelolaan
WpAddpanduan
WpAddjualan
WpAddbisnis
WpAddadministrasi
WpAdddi
WpAddterbaik
WpAddjakarta
WpAddtamu
WpAddregistrasi
buku
WpAddyasin
WpAddcetak
WpAddharga
WpAddkeuangan
WpAddbandung
WpAddpercetakan
WpAddmanajemen
WpAddonline
WpAddmurah
WpAddpengelolaan
WpAddpanduan
WpAddjualan
WpAddbisnis
WpAddadministrasi
WpAdddi
WpAddterbaik
WpAddjakarta
WpAddtamu
WpAddregistrasi

1.2K Stories

  • Diary by JuanMaulana
    JuanMaulana
    • WpView
      Reads 190
    • WpPart
      Parts 1
    Dahulu kala hidup hanyalah seperti ini saja ; lahir, jadilah bayi, anak kecil, masih kecil, remaja(yang masih kuanggap anak kecil), cukup dewasa, akhirnya dewasa, lebih dewasa, dan akhirnya mati. Sebuah siklus yang tidak lagi asing di telinga. Namun adakalanya siklus itu terhenti di tengah jalan, bahkan berhenti di awal perjalanan. Berhenti, terpaksa kalah akan takdir semesta, ringkuk terhadap catatan tuhan. Ya itu tidak papa. Pada akhirnya kita hanyalah semut kecil dihadapannya. Hidup berarti pilihan (pilihan apapun itu. Tapi kalau saya akan memilih pilihan yang bagus-bagus). Tapi apakah menurut kalian sebuah kelahiran adalah suatu pilihan? Pilihan yang mendasarimu menjadi seperti sekarang. Apakah kelahiranmu adalah keinginan orang tuamu? Tapi apakah kelahiranmu itu adalah suatu yang murni keinginanmu? Saat itu tentu saja kau tidak dapat memilih ingin menjadi seperti apa saat kau lahir, Toh pada saat itu kau hanyalah benih hina ayahmu yang berenang-renang disebuah saluran yang bahkan kau tau adalah saluran yang juga berfungsi sebagai pengeluaran kotoran.
  • Empat Cangkir Kopi by Ranumsenjaku
    Ranumsenjaku
    • WpView
      Reads 326
    • WpPart
      Parts 7
    Cerita tentang empat orang sahabat. Rania adalah yang paling cantik diantara mereka. Selalu menghadirkan semangat baru dalam persahabatan mereka. Biru dengan segalanya yang ia punya, berawal dari kesukaannya pada kopi mengantarkan ia pada dunia barista yang menyenangkan, dengan segala sikap dingin tapi peduli. Galih, manusia cerewet yang selalu bikin mereka kesal sekaligus kangen. Yang terakhir, si ikan paus Oji. Badannya yang sedikit gemuk membuat mereka selalu menjadikan Oji bulan-bulanan untuk di cela. Tapi dasar Oji, ia tidak pernah marah meski hanya lima menit. Itu hebatnya dia. Mereka selalu ada ketika yang satu membutuhkan. Membagi waktu antara pekerjaan dan sahabat. Mengatur semuanya, agar mereka tetap baik-baik saja. Mereka tidak pernah saling berjanji. Tapi mereka selalu berusaha untuk tetap hidup demi persahabatan mereka. Tapi, hidup tetaplah misteri tetap menjadi rahasia. Hingga satu peristiwa yang akhirnya membuat mereka saling membelakangi. "Dimana pun kalian, aku tetap berharap kalian baik-baik saja, terutama kau, Biru." Pelan sekali Rania mengatakan kalimat itu, di puncak gunung ketika ia mendaki bersama teman komunitasnya. Mereka berempat hanya menunggu takdir, kapan akan bersama kembali. Selamat membaca, Ranum Senja, 2019